... Baca selengkapnyaMemberikan THR kepada orang tua memang kadang bisa jadi dilema, terutama ketika jumlahnya terasa besar di awal namun harus dibagi-bagi untuk kebutuhan lain di rumah. Dari pengalaman saya, sebenarnya orang tua itu lebih melihat perhatian dan rasa ingat kita daripada besaran uang yang diberikan.
Saya juga pernah mengalami situasi sama, di mana THR yang didapat sekitar jutaan rupiah tapi setelah dibagi buat berbagai kebutuhan, akhirnya yang bisa saya kasih ke orang tua tidak sampai sepertiga dari total THR tersebut. Terkadang muncul rasa malu atau ragu, apakah mereka kecewa dengan jumlah itu? Namun saya menyadari, justru perhatian kecil yang tulus lebih bermakna bagi mereka.
Memang budaya memberi THR orang tua sering kali menjadi ukurannya seberapa besar kita sukses, tapi saya belajar bahwa keberkahan dan rasa syukur jauh lebih penting. Memberikan sedikit tapi dengan hati yang tulus bisa menjadi momen berharga mempererat ikatan.
Selain itu, THR bukan hanya soal uang, tapi juga waktu dan perhatian. Kadang saya memilih untuk menemani orang tua atau membantu mereka dengan cara lain sebagai bentuk kasih sayang. Itu juga dianggap sebagai hadiah berhargai.
Agar THR yang kita berikan tetap berarti, penting juga untuk mengatur keuangan dengan bijak sejak awal, sehingga bisa memberikan kebaikan tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga orang tua dan keluarga.
THR adalah simbol berbagi berkat, dan apapun jumlahnya, yang penting adalah ketulusan dan niat kita untuk membuat orang tua bahagia. Semoga pengalaman ini bisa memberi semangat untuk terus berbagi, meskipun jumlahnya belum besar, perlahan-lahan pasti akan bertambah seiring usaha dan rezeki yang diberikan Allah.
Bagaimana pengalaman kamu dalam memberi THR ke orang tua? Yuk, berbagi cerita agar kita sama-sama belajar dan saling menguatkan!
saya juga kasih ortu 350... soalnya uang di bagi buat zakat, buat masak, beli baju, beli kue, bagi2 ponakan, dan bayar hutang