Penghianatan dipernikahan itu sungguh jahatttttt🥺
Sakitnya diselingkuhi itu tidak bisa dijelaskan dengan kata..sesaknya dada hanya kita yang mengalami yang tau#ViralTerbaru /Kota Palu
Pengkhianatan dalam pernikahan memang menjadi salah satu luka terdalam yang sulit untuk dilupakan. Dari sisi agama, khususnya menurut ustadz Rifky Ja'far Thalib dan beberapa ulama, selingkuh tidak hanya dianggap sebagai pelanggaran emosional antara suami-istri, tetapi juga merupakan tindakan zinah yang membawa dampak spiritual dan sosial yang sangat serius. Selingkuh dalam pernikahan adalah pengingkaran terhadap janji suci yang telah diikrarkan di hadapan Allah dan masyarakat. Janji tersebut tidak hanya menyangkut aspek pribadi, tetapi juga berpengaruh pada tatanan sosial dan moral keluarga. Karena itulah, selingkuh disebut lebih berbahaya daripada perzinahan biasa, karena terjadi dalam ikatan yang sudah terikat oleh hukum syariat dan norma sosial. Korban pengkhianatan biasanya mengalami rasa sesak dan sakit yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, sebagaimana diungkapkan dalam artikel ini. Rasa sakit ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikis dan spiritual. Bahkan, kepercayaan dan rasa aman yang selama ini dibangun dalam rumah tangga menjadi runtuh dan butuh waktu serta usaha serius untuk memperbaikinya. Untuk mengatasi luka akibat selingkuh, penting bagi korban dan pasangan untuk mengedepankan komunikasi terbuka serta mencari pembinaan dari ahli agama dan konselor pernikahan. Pendekatan ini dapat membantu mengembalikan kepercayaan sekaligus memperkuat ikatan pernikahan. Sebagai tambahan, masyarakat juga perlu memahami bahwa pengkhianatan bukan hanya masalah pribadi, tapi juga masalah sosial yang harus dicegah dengan edukasi agama dan nilai-nilai kesetiaan sejak dini. Membangun kesadaran dan komitmen terhadap pernikahan bisa menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya selingkuh dan memperkuat ketahanan keluarga. Dengan memahami dampak serta pandangan agama tentang selingkuh, diharapkan pembaca dapat lebih bijak dalam menjaga komitmen pernikahan dan juga memberikan dukungan yang tepat kepada keluarga yang sedang mengalami krisis akibat pengkhianatan.

































































