udang tambak
Hai sahabat lemonade
Selamat pagi, #selamatpagilemon8 #TentangKehidupan #lemon
Sebenernya dulu aku juga cuma tahu udang itu ya udang aja, nggak ngerti bedanya udang laut, udang tambak, dan udang air tawar. Setelah mulai sering main ke tambak dan nyoba pelihara udang air tawar sendiri, baru kerasa banget bedanya dan ternyata seru juga dijadikan usaha sampingan. Kalau ngomongin cara memelihara udang air tawar, hal pertama yang harus dipikirin itu tempatnya. Banyak orang sekarang pakai kolam terpal karena lebih murah dan gampang dibersihin. Aku sendiri juga pilih kolam terpal di belakang rumah. Yang penting permukaan tanahnya rata, terpal terpasang rapat, dan ada saluran masuk serta keluar air. Sebelum tebar benih, air di kolam biasanya aku endapkan dulu 2–3 hari biar lebih stabil. Dari pengalamanku, kualitas air itu kunci utama dalam budidaya udang air tawar. Usahakan air nggak terlalu keruh dan nggak bau. Aku biasanya ganti sebagian air (sekitar 20–30%) seminggu sekali, apalagi kalau cuaca lagi panas banget. Pemberian pakan juga jangan berlebihan, soalnya pakan yang nggak habis bisa bikin air cepat kotor. Untuk pakan, bisa pakai pelet khusus udang, tapi sesekali aku tambahin pakan alami seperti cacing atau pelet ikan yang proteinnya cukup tinggi. Banyak yang masih bingung soal beda udang laut dan udang tambak. Udang laut jelas hidup di laut dengan kadar garam tinggi, sementara udang tambak biasanya dibudidayakan di tambak dekat pesisir, airnya payau (campuran air laut dan air tawar). Tekstur daging udang laut biasanya lebih padat dan rasanya agak lebih kuat, sedangkan udang tambak cenderung lebih lembut. Kalau udang air tawar, habitatnya di sungai atau kolam air tawar, rasanya juga enak tapi karakteristiknya beda lagi. Untuk tambak udang tradisional, biasanya luasnya lebih besar dan pakai cara-cara yang sederhana, nggak terlalu banyak alat modern. Tapi prinsipnya mirip: jaga kualitas air, atur pakan, dan rutin cek kondisi udangnya. Di beberapa daerah, tambak tradisional masih mengandalkan pasang surut air laut untuk ngisi dan nguras tambak. Kalau di rumah, versi sederhananya ya pakai kolam terpal tadi, tapi konsep perawatannya kurang lebih sama. Kalau mau coba cara ternak udang air tawar di kolam terpal ala rumahan, tips dariku: 1. Pilih benih udang yang sehat, gerakannya lincah dan nggak ada bercak aneh di tubuhnya. 2. Jangan langsung tebar benih ke kolam, adaptasikan dulu dengan air kolam (kantong berisi benih dibiarkan mengapung di kolam beberapa menit). 3. Awasi kondisi udang di minggu-minggu pertama, kalau banyak yang mati berarti ada yang salah di air atau pakan. 4. Jangan malas bersihin sisa pakan dan kotoran di dasar kolam, kalau perlu pakai serokan kecil. Budidaya udang air tawar ini cocok buat pemula karena bisa dimulai dengan modal kolam terpal kecil dulu. Kalau sudah paham pola perawatannya dan hasilnya lumayan, baru deh pelan-pelan dikembangkan. Yang penting sabar, rajin cek kondisi kolam, dan jangan sungkan cari ilmu dari peternak yang sudah berpengalaman.




















baru panenkah seger2 udang ya