... Baca selengkapnyaDulu setiap lihat foto semangkuk udon dengan topping ayam goreng renyah, irisan daging sapi, telur rebus, cabai merah, dan sayuran hijau, aku selalu mikir: “Sebenarnya mie udon terbuat dari apa ya, kok bisa kenyal dan tebal gitu?” Akhirnya aku iseng cari tahu dan coba sendiri.
Secara dasar, mie udon itu simpel banget: biasanya terbuat dari tepung terigu, air, dan garam. Enggak pakai telur seperti beberapa mie kuning di Indonesia. Karena cuma pakai tiga bahan utama itu, teksturnya jadi tebal, lembut, tapi tetap kenyal saat dikunyah. Waktu pertama kali makan, sensasinya beda banget sama mie instan yang biasa aku makan sehari-hari.
Yang bikin menarik, kualitas tepung terigu dan proses nguleni adonannya ternyata ngaruh besar. Kalau adonan udon diuleni cukup lama dan didiamkan dulu, hasil mie-nya lebih halus dan ‘bouncy’. Aku pernah coba bikin sendiri di rumah pakai tepung terigu protein sedang, air, dan sedikit garam. Adonannya agak keras di awal, tapi setelah didiamkan dan digilas beberapa kali baru deh bisa dipotong jadi mie tebal khas udon. Rasanya memang belum bisa ngalahin restoran, tapi cukup bikin aku makin paham karakter mie ini.
Untuk kuahnya, biasanya udon disajikan dengan kuah kaldu dashi, shoyu (kecap asin Jepang), dan mirin. Tapi kalau di rumah, aku sering akalin pakai kaldu ayam atau sapi yang dibumbui bawang putih, jahe, kecap asin, dan sedikit gula. Di atasnya baru aku tambahin topping favorit: ayam goreng renyah, irisan daging sapi tumis, telur rebus setengah matang, cabai merah, dan sayuran hijau biar kelihatan segar, mirip sama yang sering kita lihat di foto.
Kalau kamu lagi diet atau jaga makan, udon juga bisa dibuat lebih ringan. Mienya tetap sama, tapi topping-nya bisa diganti ayam rebus, jamur, tahu, plus banyak sayuran hijau. Karena mie udon hanya terbuat dari tepung terigu, air, dan garam, kamu bisa lebih fokus ngatur porsinya dan pilih kuah yang tidak terlalu berminyak.
Menurutku, tahu mie udon terbuat dari apa itu penting juga buat yang punya alergi atau pantangan makanan. Misalnya, karena tidak pakai telur, udon bisa jadi alternatif buat yang sensitif dengan telur, selama kuah dan topping-nya kamu sesuaikan sendiri.
Jadi kalau lain kali kamu lihat semangkuk udon cantik di meja kayu dengan dekorasi daun kuning dan pinus, kamu sudah kebayang kan, di balik tampilannya yang estetik itu sebenarnya hanya mie sederhana dari tepung terigu, air, dan garam, yang diolah dengan teknik yang pas. Itu yang bikin udon punya tekstur khas, kenyal dan lembut, yang bikin nagih tiap suapan.