Pernah nggak sih ngerasa hubungan sama orang lain tuh susah banget? Atau ngerasa hati lagi nggak tenang?
Mungkin kita perlu cek lagi "rahasia dapur" hubungan kita. Ternyata, tips biar disukai manusia itu sejalan banget sama cara biar dicintai Allah. Win-win solution banget, kan?
Dalam Islam, kuncinya ada pada hadis ini: “Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memanggil Jibril dan berkata "Aku mencintai Fulan, maka cintailah dia." Lalu Jibril mencintainya dan menyeru penduduk langit. Akhirnya, penerimaan (rasa cinta) itu diletakkan di bumi (di hati manusia).”
HR. Bukhari
Jadi, urutannya: Minta cinta Allah dulu ➡️ Cinta manusia akan mengikuti.
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali baca lagi Surah Taha ayat 39, aku kaget sendiri karena ayat ini tuh bukan cuma tentang kisah Nabi Musa AS, tapi juga tentang gimana lembutnya kasih sayang Allah. Di ayat itu ada bagian, kurang lebih artinya: “Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang dari-Ku, dan supaya engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.” Buat aku, ini ngena banget. Seakan Allah bilang, kalau Dia sudah sayang sama seseorang, maka hati manusia di sekelilingnya juga bisa dilunakkan.
Ayat ini sering dibaca sebagai doa agar disayangi manusia. Beberapa ustaz menyarankan untuk menjadikannya doa harian, misalnya dibaca setelah sholat fardhu atau saat mau bertemu orang penting. Niatnya: minta supaya Allah yang lembutkan hati orang lain terhadap kita, bukan cuma mengandalkan karisma atau penampilan luar.
Lalu ada juga At-Taubah ayat 119: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang jujur.” Kalau dibaca pelan-pelan, kerasa banget pesannya. Di sini aku merasa diingetin kalau kejujuran (shiddiq) itu bukan cuma sikap, tapi juga lingkungan. Kita disuruh dekat dengan orang-orang yang jujur, karena itu bakal nular. Kalau lingkaran kita penuh drama, bohong, dan fake, jangan heran kalau hati jadi nggak tenang.
Aku pernah coba praktik hal sederhana dari ayat ini: jujur sama diri sendiri dan orang lain, bahkan untuk hal kecil, dan berusaha jauhi circle yang toxic. Pelan-pelan, rasanya lebih ringan. Orang juga jadi lebih percaya, dan hubungan terasa lebih hangat. Ternyata “magnet hati manusia” itu benar adanya ketika kita pegang prinsip jujur.
Soal "Al-Qur'an halaman 119", tiap mushaf bisa beda-beda pembagian halamannya, tapi intinya menurutku bukan di nomor halamannya, melainkan di kebiasaan kita buat buka mushaf, baca, lalu renungin maknanya. Kadang aku cuma buka 1–2 ayat, tapi benar-benar diresapi, lalu dihubungkan ke sikap sehari-hari: apakah aku sudah jujur (At-Taubah 119), sudah berprasangka baik, sudah minta kasih sayang Allah seperti di Taha 39?
Kalau lagi ngerasa hubungan sama orang lain seret, aku biasanya:
1) Perbanyak doa yang diajarin Rasulullah SAW untuk minta cinta Allah.
2) Tambah baca Surah Taha ayat 39 dan jadikan bagian dari doa sebelum ketemu orang.
3) Cek lagi kejujuran diri, seperti pesan At-Taubah 119.
Dari pengalaman pribadi, ketika fokusku digeser: bukan lagi "gimana biar orang suka sama aku", tapi "gimana biar Allah ridho sama aku", perlahan hubungan dengan manusia juga ikut membaik. Jadi, jalur langit dulu, baru insyaAllah jalur bumi ikut terbuka.
Masya Allah Makasih byk kk Deviku🥰 Ilmunya bermanfaat banget👍🤩❤️