STOP Bahas 5 Hal Ini di Depan Anak!

Aku memang blm menikah dan blm punya anak, tapi sbg lulusan psikologi, topik tentang perkembangan dan pola asuh anak selalu menarik buatku pelajari. Salah satu hal yang sering luput adalah apa yg anak dengar dari obrolan orang dewasa.

Kadang kita merasa mereka gak paham, padahal anak bisa menangkap emosi dan makna dari percakapan tersebut.

Makanya, kali ini aku bahas 5 hal yg sebaiknya gak diobrolkan di depan anak. Yuk baca selengkapnya slide di atas! 🤗

.

.

#parentingtips #parentinganak #Parenting101 #parentingindonesia #larangan -Konten 95

10/15 Diedit

... Baca selengkapnyaSebagai seseorang yang pernah belajar psikologi dan memiliki pengalaman berinteraksi dengan anak-anak, saya pernah menyadari betapa anak-anak itu sangat peka terhadap lingkungan sekitar, termasuk pembicaraan yang sering diabaikan orang dewasa. Anak-anak tidak hanya menangkap kata-kata, tapi juga emosi yang tersirat dalam percakapan orang dewasa. Misalnya, saat orang tua membicarakan keburukan seseorang atau masalah keuangan dengan nada cemas, anak bisa merasa takut, cemas, bahkan terbebani seolah-olah mereka harus ikut bertanggung jawab. Pengalaman saya mengamati anak-anak di lingkungan keluarga menunjukkan bahwa pembicaraan tentang sifat dan bentuk tubuh orang lain juga dapat memengaruhi cara pandang anak terhadap diri mereka sendiri dan orang lain. Anak bisa menginternalisasi komentar negatif yang mereka dengar sehingga memengaruhi kepercayaan diri dan rasa hormat mereka terhadap sesama. Selain itu, bahasa kasar yang sering terdengar di rumah juga menjadi contoh yang dipelajari oleh anak. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka dengar di rumah, termasuk kata-kata kasar. Saya pernah melihat anak-anak yang sulit mengendalikan emosinya karena terbiasa mendengar kata-kata negatif di lingkungan keluarga. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk tidak hanya memperhatikan apa yang dikatakan di depan anak, tapi juga bagaimana cara mengungkapkannya agar tidak menimbulkan dampak buruk. Dalam prakteknya, orang tua bisa melatih diri untuk mengelola stres dan masalah tanpa harus melibatkan anak. Misalnya, menyampaikan bahwa stres itu wajar tapi bisa diatasi, atau menghindari diskusi serius tentang konflik keluarga di depan anak. Hal ini membantu menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh dan belajar. Secara keseluruhan, menjaga kualitas komunikasi di depan anak merupakan salah satu bentuk pola asuh yang mendukung perkembangan emosional dan mental anak. Bila kita mampu lebih bijak dalam memilih topik dan bahasa yang digunakan, anak-anak pun akan merasa lebih terayomi dan belajar nilai-nilai positif dari contoh yang kita berikan. Semoga pengalaman ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih sadar dalam berkomunikasi di depan anak demi masa depan mereka yang lebih cerah.

Postingan terkait

5 Omongan Orang Tua yang Bikin si Remaja Tertutup Ingin banget berikan yang terbaik kepada anak, tapi pas gede anak makin menjauh. Ada yang samaan gak mom n dad? #nathaliasunaidi #myheal #hipnoterapi #kesehatanmental #jakarta #parentingtips #jakarta
Nathalia Sunaidi

Nathalia Sunaidi

99 suka

Gambar ilustrasi seorang anak laki-laki yang sedih duduk sambil memegang buku, dengan gelembung ucapan berisi kalimat negatif seperti "Kamu nggak bisa!" dan "Diam aja!". Judulnya adalah "5 Kalimat yang Bisa Merusak Percaya Diri Anak".
Ilustrasi seorang anak laki-laki sedih yang sedang mengikat tali sepatu, dengan tangan orang dewasa menunjuk. Teks menunjukkan perbandingan kalimat negatif "Kamu tuh nggak bisa apa-apa!" dengan kalimat positif "Belum bisa sekarang, tapi kamu bisa kalau terus belajar!".
Gambar seorang anak laki-laki sedih di samping anak lain yang tersenyum memegang piala di podium. Teks membandingkan kalimat "Lihat tuh, kakak/temanmu bisa." dengan "Setiap orang punya kecepatan belajar berbeda.".
Kalimat Yang Merusak Kepercayaan Diri Anak
💔 Anak bukan tidak percaya diri sejak lahir… kita yang tanpa sadar bisa meruntuhkannya lewat kata-kata. Seringkali niatnya hanya menegur atau memotivasi, tapi kalimat yang keluar justru melukai. Anak menyerap semua ucapan kita sebagai “kebenaran tentang dirinya”. ✨ Yuk mulai lebih bijak: ✅ U
Inspirasi Anak Ceria

Inspirasi Anak Ceria

44 suka

Stop Jadi Orang Tua Ber*cun! Cek 5 Hal Ini
Banyak orang tua nggak sadar, mereka sedang menghancurkan masa depan anak hanya dalam 3 menit bentakan. Ini faktanya Mendidik anak bukan tentang mengubah mereka, tapi tentang memperbaiki diri kita sendiri sebagai cermin bagi mereka. 🪞✨ Seringkali kita menuntut anak menjadi sempurna, tanpa sad
Godspeed Ahau

Godspeed Ahau

5 suka

Ilustrasi seorang anak yang tampak sedih dan menangis, duduk di antara dua orang dewasa (orang tua) yang berdiri. Teks di gambar bertuliskan '5 Dosa Orang Tua terhadap anak yang Jarang Disadari' dan 'Masih suka ngelakuin salah satunya?'.
Stop Ngelakuin 5 Dosa Ini Kepada Anak!
Hai, Lemonades! Sebagia makhluk sosial, #KeseharianKu tentu kita nggak akan pernah bisa lepas dari bantuan dan interaksi dengan orang lain. Sejak kecil saja kita sudah butuh kehadiran orang tua. Meskipun katanya kita nggak pernah bisa memilih siapa orang tua kita, nyatanya kita setuju karena m
Vanilla Hara

Vanilla Hara

24 suka

Gambar ilustrasi seorang ayah mengangkat anak perempuannya yang tersenyum ceria, dikelilingi hati kecil. Teks di atas berbunyi: "Ayah, Jangan Lakukan Ini Ya di Depan Anak Perempuanmu!" dengan latar belakang merah muda.
Ilustrasi seorang ayah menggendong anak perempuannya di pundak, keduanya tersenyum bahagia. Teks di bawahnya menjelaskan bahwa tindakan ayah membentuk pandangan anak tentang laki-laki dan dapat meninggalkan luka besar.
Ilustrasi seorang ayah membentak ibu di depan anak perempuan yang tampak sedih. Teks menjelaskan poin pertama: "MERENDAHKAN ATAU MENGHINA IBU DI DEPANNYA" dan dampaknya pada anak perempuan.
[AYAH]: Stop Begini Ke Anak Perempuanmu Ya❗️✋️✨
#DiaryHariIni #ayahdananak #anak #Parenting101 #Lemon8 “Ayah itu cinta pertama anak perempuan. Tapi bukan dalam bentuk puisi atau dongeng, melainkan dari sikap, perkataan, dan perlakuan sehari-hari. Yuk, jadi figur laki-laki pertama yang memperkenalkan dia pada cinta yang sehat 💗.”
almeeraz_♡

almeeraz_♡

43 suka

Gambar menampilkan seorang anak kecil berambut cokelat mengenakan kaus oranye, sedang menangis dengan air mata mengalir. Teks di atas berbunyi "BERCANDAM BISA NYAKITIN ANAK LEBIH DARI YANG KAMU KIRA". Logo Lemon8 dan akun @zee.parenting terlihat di pojok kiri bawah.
HINDARI SEKARANG, ATAU MENYESAL
"BERCANDAMU NYAKITIN ANAK, LEBIH DARI YANG KAMU KIRA" Dan kamu mungkin ngulangin tiap hari tanpa sadar Tapi anakmu… nyimpen semuanya [PARENTING WORDS DETOX] 👇 1- Tukang Label Dadakan “Duh, anak mama pemalas banget sih.” Anak ketawa, kamu pikir bercanda. Tapi otaknya nyat
Zee | Parenting

Zee | Parenting

135 suka

Bayi mengenakan baju pink dengan karakter kuning sedang memegang wadah makanan. Teks overlay bertuliskan "5 WAKTU DILARANG MARAH PADA ANAK" sebagai judul.
Bayi berbaju kuning duduk di alas merah dengan sisa makanan di wajahnya. Teks overlay menunjukkan "1. SAAT ANAK MAKAN" dan dampaknya: "Menyebabkan anak stress dan kehilangan Nafsu Makan".
Bayi terlihat dari belakang dengan rambut diikat, mengenakan atasan denim. Teks overlay bertuliskan "2. SAAT BANGUN TIDUR" dan peringatan "Dapat merusak otak anak".
5 Waktu dilarang Marah Pada Anak
#edukasi #Parenting101 #anak #KisahTerpendam
Srinengsih1818

Srinengsih1818

100 suka

‼️Stop Marah‼️
Ismaᥫ᭡ | Mamanya Elfathan

Ismaᥫ᭡ | Mamanya Elfathan

24 suka

Gambar menunjukkan sampul buku "The Montessori Toddler" oleh Simone Davies, dengan teks "Stop bilang 'Jangan' ke toddler! Coba ganti cara Bicara kamu pakai 5 cara ala montessori ini." Buku ini membahas ide aktivitas, prinsip, dan manfaat Montessori untuk anak.
Halaman buku terbuka menampilkan tips Montessori pertama: "Hindari Perintah, Gunakan Ajakan." Contohnya, daripada "Jangan berantakan!" lebih baik "Kita bereskan bersama, yuk." Montessori mengajarkan kolaborasi, bukan kontrol.
Halaman buku terbuka menampilkan tips Montessori kedua: "Gunakan Kalimat Deskriptif, Bukan Pujian Berlebihan." Contohnya, daripada "Wah, bagus banget gambarnya!" lebih baik "Kamu pilih warna biru untuk langit, ya." Anak belajar menilai hasil kerjanya sendiri.
Stopp Bilang JANGAN ke toddler !
coba ubah cara bicara kamu ke toddler pakai ala montessori ini, praktiknya memang sulit rasanya setiap hari sering istighfaaarr liatt kelakuan toddler😩 apalagi terkadang kita jadi emosi saat toddler ga dengerin kita, sabaaar ya buibuuu yang anak kita butuhkan bukan jawaban cepat, tapi cara bicar
Sianabul

Sianabul

23 suka

Gambar sampul dengan judul '5 Kesalahan Umum Orang Tua Saat Menasihati Anak'. Menampilkan ilustrasi ibu tersenyum memberi tomat kepada anak yang juga tersenyum.
Ilustrasi ayah marah berteriak pada anak yang sedih. Teks menyatakan anak fokus pada nada suara saat orang tua marah.
Ilustrasi anak laki-laki bosan dengan tangan di dagu. Teks menjelaskan anak mudah kehilangan fokus jika nasihat terlalu panjang.
5 Kesalahan Umum Orang Tua Saat Menasihati Anak
#parenting #belajarparenting #mendidikanak
Joza Shop

Joza Shop

2 suka

Seorang wanita dewasa memegang tangan anak laki-laki kecil di sebuah plaza terbuka, dengan teks peringatan tentang 5 pujian yang bisa membuat anak menjadi 'people pleaser'.
Teks menjelaskan pengalaman penulis yang sering memuji anak secara otomatis, lalu menemukan penelitian tentang 'overpraising' dan teori 'growth mindset' Carol Dweck, yang mendorong perubahan cara memuji.
Seorang anak laki-laki sedang menggambar, dengan teks yang menyarankan untuk mengapresiasi proses dan usaha anak dalam memilih warna dan kerapian, bukan hanya hasil atau kepintarannya.
Hindari 5 Pujian Ini!
Seringnya kita tuh muji anak ya otomatis. Baru ngelakuin hal dikit aja, mulut udah refleks: “Good job…” “Anak pintar…” “Anak baik Bunda…” Padahal kelihatannya simpel, tapi jenis pujian itu ngaruh ke cara anak liat dirinya sendiri. Ada penelitian yg bilang, kalau anak sering dipuji karena h
Agnes Qania

Agnes Qania

13 suka

Gambar tiga anak dengan teks '5 PERILAKU ANAK YANG TAK BOLEH DIABAIKAN IRT WAJIB TAU' di bagian tengah, menunjukkan pentingnya perhatian orang tua terhadap perilaku anak.
Gambar tiga anak dengan teks 'memotong pembicaraan' dan penjelasan tentang pentingnya mengajari anak untuk tidak memotong pembicaraan orang lain.
Gambar anak-anak bermain di kolam bola dengan teks 'bersikap kasar saat bermain' dan penjelasan tentang larangan perilaku kasar serta pentingnya meminta maaf.
5 PERILAKU ANAK yg tidak boleh diabaikan🍋✨
#TentangKehidupan #BahasMental tentang anak2,pasti semua orang tua ingin yg terbaik u anak2nya..tapi terkadang sebagai orang tua aku masih jauh dari kata sempurna,aku masih dalam tahap belajar u menjadi orang tua yg lebih baik 🥹🥹 #PerasaanKu #IRTAwards #ViralTerbaru @Lemon8_ID @Lemo
Irah4745

Irah4745

5 suka

Orangtua Jangan Lakukan 5Hal ini jika Anak Tantrum
Ismaᥫ᭡ | Mamanya Elfathan

Ismaᥫ᭡ | Mamanya Elfathan

4 suka

Gambar seorang anak kecil dengan teks "5 PERILAKU ANAK YANG TIDAK BOLEH DIBIARKAN" di bagian tengah, serta logo Lemon8 dan nama pengguna di pojok kiri bawah.
Seorang anak kecil duduk di lantai dengan teks "1. Suka Marah-marah" dan solusinya: "jangan balas dengan amarah, ajak bicara dari hati ke hati agar anak tenang". Logo Lemon8 juga terlihat.
Anak kecil mengenakan pakaian cokelat dengan renda putih, disertai teks "2. Memotong pembicaraan" dan solusinya: orang tua harus tegas meminta anak menunggu. Logo Lemon8 dan label "QUINZHA KIDS" juga ada.
Perilaku ini tidak boleh dibiarkan
#diskusi #Parenting101 #bunda #Lemon8 #edukasi
Srinengsih1818

Srinengsih1818

62 suka

Gambar ini menampilkan judul "JANGAN BERCANDA Ke Anak Seperti Ini" dengan ilustrasi anak sedih di tengah. Terdapat lima poin yang menjelaskan candaan yang merusak mental anak: mengolok penampilan, mengatakan tidak mampu, mengancam, membandingkan, dan komentar kasar.
Stop biasakan ini ke anak
haii LemonMoms🥰 Semua orangtua pasti seneng ya moms bercanda sama anak, tapi jangan sampai orangtua kebablasan atau gak bisa ngefilter bahasa candaan ke anak, karena bisa ngebuat mereka sedih atau insecure, bahkan yang lebih parah bisa bikin rusak mental anak, jangan sampai yaa. #Seandainya
Ayu Rahayu

Ayu Rahayu

1 suka

Lihat lainnya