... Baca selengkapnyaAku mau cerita lebih lengkap soal perjalanan aku waktu wajah bayi pertama kali penuh ruam merah dan dibilang orang-orang itu "ruam ASI". Mungkin Mom juga lagi cari jawaban karena pipi bayi kena ASI setiap habis menyusu dan sekarang muncul bintik merah atau ruam di wajah bayi.
Awalnya aku juga pikir, oh mungkin ruam pipi bayi karena ASI yang nggak langsung dibersihkan. Setiap habis menyusu, banyak yang menyarankan, "Lap aja pakai tisu kering biar mukanya nggak lembap." Tapi setelah aku konsultasi ke dokter anak, ternyata penyebabnya lebih ke kombinasi kulit bayi yang sensitif, dermatitis atopik, dan kelembapan berlebih di area wajah, bukan karena ASI itu sendiri.
Dokter jelasin, ruam ASI pada wajah bayi itu sebenarnya istilah yang sering dipakai orang, padahal secara medis tidak ada hubungan langsung antara air susu ibu dengan munculnya ruam. ASI justru mengandung antibodi dan zat antiradang alami yang bagus banget buat bayi. Yang sering bikin masalah justru kulit yang terlalu lembap, sering kena air liur, keringat, atau gesekan dari kain dan bantal.
Sekarang setiap wajah bayi kena ASI atau belepotan susu, aku nggak panik lagi. Biasanya aku lakukan beberapa hal yang terasa aman di kulit bayiku:
1. Setelah menyusu, aku bersihkan wajah bayi dengan lembut pakai kain lembut yang dibasahi air hangat, bukan digosok keras. Cukup ditepuk pelan supaya sisa ASI dan air liur keangkat tapi kulitnya nggak iritasi.
2. Aku pastikan wajah bayi tetap kering tapi tidak over-lap pakai tisu kering yang kasar. Dulu aku sering gosok-gosok pakai tisu, ternyata itu bikin kulitnya makin merah.
3. Untuk kulit yang cenderung kering, dokter menyarankan pakai pelembap khusus bayi dengan label untuk kulit sensitif atau atopic prone skin. Dipakai rutin setelah mandi supaya skin barrier-nya lebih kuat.
4. Aku juga mulai memperhatikan suhu ruangan. Ternyata kalau terlalu panas, bayi jadi gampang berkeringat dan ruam di muka bayi makin menonjol.
Buat Mom yang lagi bingung melihat ruam di wajah bayi, menurutku yang paling penting adalah observasi: kalau ruamnya makin luas, bayi kelihatan sangat gatal, sulit tidur, atau ada luka yang berair, jangan tunggu lama-lama, langsung cek ke dokter anak atau dokter kulit anak. Daripada terus-terusan menyalahkan ASI atau coba-coba krim yang belum jelas, mending dapat penjelasan yang tepat dari tenaga medis.
Intinya, sekarang setiap ada yang bilang, "Wah, itu pasti ruam ASI, mukanya sering kena ASI ya?" aku bisa jelasin pelan-pelan. Bukan ASI-nya yang salah, tapi kulit bayi memang masih sensitif dan butuh perawatan ekstra. Semoga sharing ini bisa bantu Mom yang lagi galau lihat pipi bayi merah dan bertanya-tanya apakah benar muka bayi kena ASI bisa bikin ruam.