CEO kembali menyamar jadi tukang kue dulu ya..
Setelah era lebaran sudah selesai, jujur rasanya campur aduk. Di satu sisi senang karena pesanan kue turun jadi bisa sedikit istirahat, tapi di sisi lain ada rasa kangen juga dengan hectic-nya dapur. Waktunya CEO menyamar kembali jadi tukang kue pun dimulai lagi. Biasanya orang cuma lihat hasil akhirnya, foto-foto kue cantik di feed, padahal di balik itu ada sosok "CEO" yang rambut diikat asal, pakai apron belepotan tepung, sibuk ngatur oven dan order sekaligus. Buat yang penasaran kayak apa sih gambar CEO yang menyamar, bayangin aja seseorang yang sehari-hari ngurusin konsep usaha, promosi, dan chat customer, tiba-tiba nongol di dapur dari pagi, timbang bahan satu-satu, cek adonan, sampai plating kue buat difoto. Kadang aku sendiri ketawa lihat pantulan diri di kaca: muka capek tapi mata tetap berbinar karena masih punya semangat el buat lanjut. Biasanya rutinitas dimulai dengan cek stok bahan dulu. Tepung, gula, telur, butter—semua dicek sebelum mulai produksi. Di masa setelah lebaran, aku suka coba resep baru atau modifikasi rasa supaya nggak bosan. Di sinilah momen CEO menyamar bener-bener kerasa: aku nggak cuma mikirin rasa, tapi juga gimana kue ini bisa dijual, dikemas, dan difoto menarik buat konten. Satu kue bisa aku putar-putar posisinya hanya demi satu foto terbaik. Serunya lagi, kalau ada pesanan mendadak, mode CEO langsung berubah jadi mode tukang kue turbo. Tangan ngadon, kepala ngitung waktu, sambil tetap balas chat pelanggan dengan nada ramah. Kadang teman-teman ngeledek, "Ini CEO kok kerjaannya ngaduk adonan?" Tapi menurutku, justru di momen menyamar kayak gini aku merasa paling dekat dengan usahaku sendiri. Aku tahu persis kualitas tiap batch, tahu mana yang harus diperbaiki, dan bisa langsung terjun kalau ada masalah. Buat kalian yang juga punya usaha kecil atau bisnis rumahan, mungkin relate sama cerita ini. Menjadi "CEO" bukan selalu tentang duduk di meja rapi dengan laptop, tapi sering kali justru tentang mau kotor tangan, turun langsung, dan nggak gengsi menyamar jadi tukang di usaha sendiri. Selama semangat masih ada dan pelanggan masih puas, capek di dapur itu kerasa sepadan banget. Jadi kalau nanti kalian lihat foto-foto kue di akun ini, inget aja di balik gambar itu ada CEO yang menyamar, lari-lari di dapur, sambil tetap jaga mood dan semangat. Era lebaran boleh selesai, tapi perjalanan kue dan cerita seru di baliknya masih panjang banget.




















