... Baca selengkapnyaSebagai pecinta jajanan tradisional, aku tuh seneng banget eksplor berbagai jenis bubur Jawa. Waktu main ke Mojokerto, aku pertama kali kenal yang namanya bubur sruntul. Ternyata rasanya mirip-mirip keluarga kolak dan bubur candil juga, cuma bentuk dan teksturnya agak beda.
Bubur sruntul biasanya pakai tepung singkong atau tapioka yang dibentuk bulat kecil-kecil, teksturnya kenyal tapi lebih empuk. Nah, karena di rumah aku lebih sering stok ubi kuning, akhirnya aku kreasikan versi yang mirip dengan bubur candil ubi ini. Menurutku, manis gurihnya bubur candil ubi atau kolak biji salak ini bisa jadi alternatif kalau kamu lagi kangen bubur sruntul Mojokerto tapi susah cari yang jual.
Kalau mau rasa dan sensasinya makin mirip jajanan tradisional pasar, kamu bisa tambahkan sedikit tape singkong atau kolang-kaling sebagai topping. Aku pernah coba tambah irisan pisang kepok juga, rasanya jadi kayak kolak campur tapi tetap ada candil ubi yang kenyal-kenyal itu. Wangi daun pandan di kuah gula merah plus kuah santan gurihnya bikin hangat di perut, apalagi kalau dimakan pas hujan.
Tips dari aku kalau kamu pengen tekstur candil yang kenyalnya pas, tepung tapioka jangan kebanyakan ya, nanti malah keras. Ubinya juga usahakan benar-benar dikukus sampai empuk dan dihaluskan halus, supaya bola-bola ubi nggak pecah saat dimasak. Untuk rasa manis, silakan sesuaikan aja dengan selera, boleh pakai kombinasi gula merah dan gula pasir seperti di resep.
Buat yang penasaran bedanya bubur candil ubi, kolak biji salak, dan bubur sruntul Mojokerto: menurut pengalamanku, semuanya sama-sama comfort food manis khas Nusantara. Bedanya lebih ke bahan utama, bentuk, dan cara penyajian. Tapi kalau di rumah, aku sering sebut semuanya "bubur candil" aja biar gampang. Yang penting, kuah gula merahnya kental, santannya gurih, dan ada wangi khas pandan.
Kalau kamu tinggal jauh dari Mojokerto tapi pengen nyobain sensasi bubur sruntul, cobain dulu resep bubur candil ubi ini. Siapa tahu nanti kamu bisa modifikasi sendiri, misalnya bikin bola-bolanya lebih kecil, atau pakai campuran tepung lain supaya teksturnya mirip sruntul yang pernah kamu coba di daerah asalnya. Menurutku justru seru kalau kita bisa bereksperimen dari resep dasar seperti ini, jadi lebih variatif tapi tetap mempertahankan rasa tradisional manis gula merah dan santan yang bikin nagih.