Pilar Utama PembangunNuansa Islami Perumahan
Kenapa banyak perumahan berlabel “islami”,
tapi lingkungannya tidak terasa islami?
Dalam potongan podcast ini, Ustadz H. Dwi Condro Triono, Ph.D.
Konsultan & Praktisi Bisnis Syariah 25++ tahun serta guru para pengusaha muslim Indonesia,
menjelaskan unsur kunci yang menentukan apakah sebuah perumahan benar-benar membangun lingkungan islami— atau hanya berhenti di nama.
🎧 Dengarkan sampai selesai.
Lalu tanyakan ke diri sendiri: apakah lingkungan tempat tinggal kita hari ini sudah mengarah ke sana?
✨ Jika ingin bagaimana penerapannya secara nyata,ikuti Survey Lokasi Sharia Islamic Soreang.
📩 DM “SURVEY”
dan rasakan langsung bagaimana lingkungan islami dibangun dengan konsep yang utuh.
Waktu pertama kali cari desain rumah islami, jujur aku lebih fokus ke tampilan luar: fasad pakai kaligrafi, warna netral, ada sedikit ornamen Timur Tengah. Tapi setelah sering ikut kajian dan lihat langsung konsep Sharia Green Land, aku sadar kalau nuansa islami dalam perumahan itu bukan cuma soal estetika, tapi tentang desain yang mendukung gaya hidup islami. Misalnya dari sisi denah rumah. Menurutku, rumah islami ideal punya area privat yang jelas, terutama untuk memisahkan ruang tamu dengan area keluarga. Jadi ketika ada tamu non-mahram, keluarga tetap nyaman dan aurat lebih terjaga. Di rumah yang kutempati sekarang, ruang tamu langsung nyatu dengan ruang keluarga, dan lama-lama kerasa nggak nyaman, apalagi kalau sering ada tamu laki-laki. Lalu soal arah kiblat. Banyak orang lupa cek ini waktu beli rumah. Di Sharia Green Land, arah kiblat jadi pertimbangan sejak awal, sehingga penempatan kamar dan ruang shalat lebih optimal. Di rumahku dulu, sajadah sering miring karena kiblatnya nggak pas dengan layout ruangan. Kelihatannya sepele, tapi untuk ibadah harian itu penting banget. Hal lain yang aku pelajari adalah pentingnya keberadaan masjid atau mushalla yang benar-benar hidup, bukan cuma bangunan. Lingkungan islami kerasa ketika ada program-program yang islami: kajian rutin, tahsin, kegiatan anak, sampai forum warga yang saling mengingatkan. Di komplek lama, masjid ada tapi sepi, sehingga nuansa islami di perumahan nggak terlalu terbentuk. Dari sisi desain lingkungan, aku suka konsep hijau yang ditawarkan Sharia Green Land. Area terbuka hijau bikin anak-anak punya tempat main yang aman, tapi sekaligus jadi ruang interaksi warga yang sehat. Di situ kerasa sekali kalau orang-orang yang tinggal di sana punya semangat hidup yang sama: ingin membangun keluarga yang dekat dengan Allah. Kalau kamu lagi riset desain rumah islami, menurutku jangan cuma cari inspirasi gambar di internet. Coba juga datang ke perumahan berkonsep syariah, perhatikan siapa yang tinggal di situ, bagaimana interaksi warganya, apakah ada sekolah atau madrasah islami di sekitar, dan seperti apa program keislaman yang berjalan. Dari pengalaman jalan-jalan ke lokasi Sharia Green Land, aku justru dapat banyak ide desain rumah yang sesuai syariah sekaligus nyaman untuk keluarga. Sekarang setiap kali memikirkan rumah impian, aku nggak cuma membayangkan bentuk bangunan, tapi juga lingkungan yang menyatu dengan pendidikan dan aktivitas islami. Karena pada akhirnya, desain rumah islami yang paling terasa adalah desain yang membantu kita dan keluarga untuk lebih mudah menjalankan nilai-nilai Islam setiap hari, bukan hanya terlihat islami dari luar.
















































