Sebagai orang sunda yang nikah dengan mas-mas jawa banyak pertentangan yang aku hadapi saat awal2 mau nikah, ya soal suku lah, weton lah, budaya lah, sampai jenjang pendidikanpun jadi masalah. hmmm..
Tapi yang masih jadi pertanyaanku, kenapa saat itu banyak yang bilang katanya :
" Orang sunda itu gak boleh nikah sama Orang Jawa, PAMALI, nanti rumah tangganya gak lama, banyak masalah, kalo kata orang sunda mah "awet rajet".
Hayoo mitos atau fakta nih???
Menurutku pribadi itu mitos yaa. aku orang sunda asli alhamdulillah rumah tangga udah jalan 8 tahun lebih, Kalo soal masalah rumah tangga itu pasti ada. Gak mungkin dalam rumah tangga gada cekcok atau salah paham yakan ??
berati bukan karena pamali atau apalah itu..
Alhamdulillah.. kami masih rukun, adem ayem.. mudahan langgeng sampe dunia akherat. aamiin
... Baca selengkapnyaKalau ngomongin orang Jawa tradisional dan orang Sunda Indonesia, sering banget yang kebayang itu adat dan budayanya yang kuat. Dari cara ngomong, kebiasaan sehari‑hari, sampai cara mereka memandang pernikahan. Waktu aku mau nikah sama pria Sunda? Eh kebalik, aku Sunda dan suami Jawa, banyak banget komentar soal "cocok nggak sih nikah beda suku?" dan pamali tadi.
Menurut pengalamanku, yang bikin pernikahan beda suku itu kerasa unik justru karena banyak hal baru yang bisa dipelajari. Orang Jawa tradisional biasanya terkenal alus, nrimo, sopan dalam bertutur kata. Sementara orang Sunda dikenal ceria, rame, suka bercanda. Dua karakter ini kalau ketemu bisa saling melengkapi, asal dua‑duanya mau belajar dan kompromi.
Di awal pernikahan, aku sempat kaget sama kebiasaan keluarga suami. Ada beberapa tradisi Jawa yang nggak aku kenal sebelumnya, seperti cara mereka menghormati orang tua, cara memanggil, sampai aturan nggak tertulis di rumah. Sementara aku datang dengan gaya Sunda yang lebih santai dan ceplas‑ceplos. Di situ kerasa banget pentingnya ngobrol sebelum nikah: nilai apa yang mau dipegang, adat mana yang mau diikuti, dan mana yang bisa fleksibel.
Soal keluarga besar juga nggak kalah menantang. Ada yang masih percaya kalau orang Jawa nggak cocok nikah dengan orang Sunda karena pamali. Di momen kayak gini, aku dan suami berusaha nunjukin lewat sikap kalau pernikahan itu bukan cuma tentang suku, tapi tentang komitmen, saling menghargai, dan komunikasi. Pelan‑pelan, keluarga yang awalnya ragu jadi lihat sendiri kalau kami bisa hidup rukun.
Yang menarik, pernikahan beda suku itu bikin kita punya dua budaya sekaligus. Lebaran bisa nyobain tradisi orang Sunda dan orang Jawa, makanan pun jadi lebih variatif. Kadang di rumah masak sayur asem khas Sunda, lain waktu bikin gudeg atau masakan Jawa lainnya. Anak‑anak (kalau sudah punya) juga bisa diajarin dua bahasa: halusnya Jawa dan lembutnya Sunda.
Kalau kamu sekarang lagi dekat dengan orang Jawa atau pria Sunda dan kepikiran soal pamali, coba balik lagi ke diri sendiri: apakah kalian saling menghargai perbedaan? Mau belajar adat masing‑masing? Bisa sepakat soal hal-hal penting seperti agama, cara mendidik anak, dan hubungan dengan keluarga besar? Di situ kunci utamanya, bukan di mitos.
Buatku, mitos "Orang Jawa gak boleh nikahi Orang Sunda" nggak terbukti. Yang ada justru kami jadi lebih kaya pengalaman. Selama saling terbuka, nggak gengsi minta maaf, dan mau diskusi setiap ada beda pendapat, pamali atau mitos apapun bisa kalah sama usaha dan doa pasangan itu sendiri.
Kalau kamu orang Sunda Indonesia yang sedang dekat dengan orang Jawa tradisional atau sebaliknya, boleh banget tulis di kolom komentar pengalaman kamu. Biar kita sama‑sama lihat, ternyata banyak kok pasangan beda suku yang langgeng dan bahagia.
setahuku klo Jawa x Sunda,klo bisa sih jgn..kecuali klo cowo nya Jawa cwenya Sunda...di t4 ku jg ad soalnya langgeng mpe punya cucu.. soalnya kata nya Jawa LBH tua dri Sunda..jdi klo bsa cwonya yg Jawa..
🙏🙏😊KALAU MENURUT SEJARAH SUNDA JAWA LELUHURNYA ITU KAKAK BERADIK TAPI KALAU MASALAH JODOH ASAL SALING CINTA🙏YG GK BOLEH ITU KALAU PENGANTIN WANITANYA UMUR 80THN DIKAWIN SAMA PENGANTIN SUNDA UMUR 23 ITU SAMA DGN MENGAWINI NENEKNYA🙏😂
Lihat komentar lainnya