pasar dan pesta adalah tempat yang TDK disukai Rasulullah
karena kalau SDH pesta dan kepasar kadang kita lupa dengan kewajiban,klw SDH berpesta bnyk org yg meninggal kan kewajibannya🥰
#ReviewJujur #CeritaLebaran #AntiBoncos #PengalamanKu #DapurLemon8
Dalam pengalaman saya, berkunjung ke pasar atau menghadiri pesta memang sering kali membuat kita lupa akan kewajiban yang harus dipenuhi, seperti shalat tepat waktu atau mengingat tujuan hidup yang lebih utama. Di pasar, banyak godaan yang dapat mengalihkan perhatian, termasuk mata yang 'jelalatan' melihat hal-hal yang tidak seharusnya, seperti yang disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW. Hal serupa terjadi juga dalam pesta, di mana suasana yang riang dan musik yang mengiringi sering membuat kita terbawa suasana hingga lupa bermuhasabah diri. Rasulullah mengingatkan agar kita tetap menjaga kewajiban dan tidak terlarut dalam hal-hal duniawi yang berlebihan. Saya sendiri pernah merasakan pentingnya menata ulang waktu dan aktivitas agar ibadah tidak terganggu. Misalnya, saat menghadiri acara keluarga, saya berusaha untuk tetap mengingat waktu shalat dan tidak membiarkan diri terjebak dalam keramaian yang membuat hati lalai. Selain itu, bermuhasabah atau introspeksi diri setiap hari adalah cara yang sangat baik untuk memperbaiki diri. Melihat kembali apa yang sudah dilakukan, memperbaiki kekurangan, serta menguatkan niat menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah akan membantu menjaga keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat. Jadi, pesan utama dari larangan Rasulullah terhadap pasar dan pesta bukan sekadar menjauhi tempat-tempat tersebut, tetapi lebih kepada menjaga diri agar tidak melupakan kewajiban sebagai hamba Allah dan terus memperbaiki diri. Dengan begitu, kita bisa menjalani kehidupan yang lebih berkualitas dan bermakna.
























