🕊️ Indonesia Berduka
Kami menyampaikan kabar duka cita kepada seluruh warga Indonesia. Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, telah meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Beliau wafat pada usia 90 tahun setelah dinyatakan mengalami penurunan kondisi kesehatan sebelum menghembuskan napas terakhir.
Try Sutrisno dikenal sebagai perwira tinggi TNI AD dan negarawan yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI pada periode 1993–1998 mendampingi Presiden Soeharto. Sepanjang kariernya, beliau juga pernah memegang jabatan penting seperti Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat.
Rencananya jenazah almarhum akan dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di Jl. Purwakarta No.6, Menteng, Jakarta Pusat untuk disemayamkan. Keluarga besar mengharapkan doa dari seluruh masyarakat agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
✨ Selamat jalan, Jenderal. Jasamu akan selalu dikenang oleh bangsa Indonesia. 🇮🇩
Sebagai seseorang yang pernah mengikuti berita nasional dan sejarah Indonesia, saya ingin berbagi cerita dan penghormatan pribadi terhadap Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi bangsa, terutama bagi kalangan militer dan pemerintahan yang mengenal betul dedikasi tanpa batas beliau. Saya ingat bagaimana Try Sutrisno selalu digambarkan sebagai sosok pemimpin yang tegas namun bijaksana selama masa jabatannya sebagai Wakil Presiden RI (1993-1998). Beliau bukan hanya seorang perwira tinggi TNI AD yang pernah menjabat sebagai Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat, namun juga seorang negarawan yang sangat mencintai Indonesia. Berdasarkan pengalaman mendalami sejarah TNI dan pemerintahan Indonesia, saya memahami betapa sulitnya mempertahankan stabilitas negara di masa transisi yang penuh tantangan. Try Sutrisno berhasil melewati periode tersebut dengan mengedepankan nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, jenazah almarhum dimandikan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, yang merupakan tempat yang selama ini menjadi simbol kehormatan bagi para pahlawan nasional Indonesia. Proses ini menjadi momen yang sangat sakral sekaligus penghormatan terakhir sebelum beliau disemayamkan di rumah duka di Menteng, Jakarta Pusat. Saya juga mengajak semua masyarakat Indonesia untuk tidak hanya mengenang jasanya di masa hidupnya, tetapi juga meneruskan semangat dan dedikasi beliau dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Mari kita doakan bersama agar almarhum Try Sutrisno mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan jasanya selalu dikenang oleh generasi berikutnya. Kisah hidup beliau mengajarkan kita bahwa pengabdian kepada negara adalah panggilan suci yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semoga kisah ini menginspirasi kita semua untuk lebih mencintai tanah air dan berkontribusi positif untuk kemajuan Indonesia.






















