... Baca selengkapnyaKalau ngomongin kesurupan dalam Islam, jujur ini topik yang sering bikin bingung. Di satu sisi, dalil tentang jin dan setan itu jelas ada. Di sisi lain, di lapangan aku lihat sendiri nggak semua orang yang teriak-teriak atau nggak sadar itu pasti karena kesurupan jin.
Waktu aku mulai belajar, ustazku sering tekankan: gangguan jin itu nyata, tapi Islam juga mengajarkan kehati-hatian. Beliau bilang, jangan gampang bilang “ini kesurupan dalam Islam” setiap kali lihat orang pingsan atau menjerit. Kadang itu bisa jadi serangan panik, trauma, epilepsi, atau gangguan psikis lain. Dokter dan psikolog juga punya peran besar di sini.
Aku pernah dampingi teman yang katanya kesurupan. Gejalanya mirip banget yang sering kita lihat di video: teriak, ngomel, gerakan nggak terkontrol. Keluarganya langsung yakin itu jin. Akhirnya dibawa ke orang yang bisa ruqyah. Menariknya, setelah ruqyah dasar dan diajak tenang, ruqyahnya justru menyarankan periksa ke psikiater. Ternyata dia punya riwayat depresi berat dan kecemasan yang nggak pernah ditangani. Sejak rutin terapi dan minum obat, “kesurupan”-nya jauh berkurang.
Dari situ aku makin paham kenapa ulama sering bilang: jangan ekstrim. Dalam Islam, kesurupan jin itu diakui, tapi nggak boleh semua hal dilabeli jin. Sikap seimbang yang sering disampaikan adalah: ruqyah dan doa jalan, ikhtiar medis juga jalan. Kalau ada gejala aneh, periksa dulu ke dokter buat menyingkirkan kemungkinan penyakit fisik. Kalau ternyata semua normal tapi gangguan tetap berlanjut, baru dipertimbangkan sisi gangguan jin.
Aku juga sempat baca penjelasan bahwa ruqyah syar’iyyah itu sebenarnya bentuk doa dan bacaan Al-Qur’an yang dibenarkan syariat, bukan ritual aneh. Bahkan, banyak ustaz menekankan ruqyah mandiri: baca Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, perbanyak dzikir pagi-sore. Ini bikin hati lebih tenang dan insya Allah jadi benteng dari gangguan, entah itu jin atau sekadar was-was pikiran sendiri.
Yang menurutku penting, saat bahas kesurupan dalam Islam, kita jaga adab. Jangan gampang menuduh orang “kurang iman” atau “pasti kena azab”. Tugas kita lebih ke membantu: doakan, tenangkan, bantu bawa ke ruqyah yang lurus manhaj-nya dan ke tenaga medis yang kompeten. Iman dan ilmu itu bukan musuhan, justru saling melengkapi.
Jadi, buatku kesimpulannya: iya, kesurupan jin menurut Islam itu ada dan diakui. Tapi sebagai muslim, kita dituntut pakai akal sehat, cek dulu sebab medis dan psikis, baru bicara gangguan jin. Sikap seimbang seperti inilah yang menurutku paling sesuai dengan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.