Banyak Gen Z yang kurus karena faktor genetik, metabolisme cepat, atau kondisi kesehatan tertentu. Tapi sayangnya, sering banget menuai komentar negatif huhuu😭
📉 “Kurus banget, kamu sakit ya?”
📢 Udah 2025 tapi komentar kayak gini masih sering terdengar.
Padahal tubuh kurus itu nggak selalu karena diet atau kurang makan. Kadang emang dari genetik, metabolisme cepat, atau bahkan lagi di masa-masa stress😮💨
Gen Z yang punya tubuh kurus pun nggak jarang jadi minder.
Takut dibilang nggak ideal dan juga di anggap lemah😔
Padahal... tubuh kita bukan untuk bahan evaluasi orang lain.
💬 Yuk, mulai bijak dalam berkomentar.
✨ Karena self-love itu bukan soal ukuran tubuh, tapi gimana kita menghargai diri sendiri.
... Baca selengkapnyaJujur, punya badan kurus di tengah standar kecantikan sekarang itu nggak selalu enak. Orang cuma lihat "duh tubuh kamu kurus banget" tanpa tahu latar belakangnya. Ada yang memang dari gen, metabolisme cepat, atau lagi berjuang sama kesehatan mental dan fisik.
Aku sendiri pernah ada di fase ngaca terus, ngerasa badan nggak akan pernah "ideal" versi sosial media. FYP isinya body goals, perut rata, lengan kenceng. Sementara aku? Beli baju sering kedodoran, dipanggil "tulang berjalan", sampai ada yang bilang, "Nanti susah punya anak lho kalau kurus banget". Padahal itu mitos dan nggak berdasar.
Yang aku pelajari pelan-pelan:
1. **Bedain komentar peduli dan body shaming**
Ada yang komen, "Kamu kelihatan capek, udah makan belum?" dengan tulus. Tapi kalau sudah masuk ke "Ih kok kurus banget, jijik ah" atau dibandingin sama orang lain, itu jelas body shaming. Dan kamu berhak bilang nggak nyaman.
2. **Belajar jawab komentar menyakitkan**
Dulu aku cuma senyum kaku. Sekarang aku jawab pelan, "Tubuh aku baik-baik aja kok, tapi aku kurang nyaman kalau fisikku dikomentarin terus". Nggak harus marah, tapi tegas. Lama-lama orang sekitar jadi lebih tahu batasannya.
3. **Fokus ke fungsi, bukan cuma bentuk**
Aku mulai nanya ke diri sendiri: badan ini kuat nggak? Bisa jalan jauh, kerja, belajar, ibadah, dan ngelakuin hal yang aku suka nggak? Dari situ aku sadar, badan kurus bukan berarti lemah. Dengan latihan ringan dan makan teratur, pelan-pelan stamina naik, dan kepercayaan diri ikut kebawa.
4. **Build confidence dari hal kecil**
Aku pilih outfit yang bikin nyaman, bukan yang kata orang "bikin kelihatan berisi". Coba gaya hijab atau fashion yang cocok di badan kurus, bukan memaksa menutupi semua bentuk tubuh. Saat aku nyaman, aura percaya diri kerasa banget.
5. **Kurangi bandingin diri di sosial media**
Scroll terlalu lama cuma bikin overthinking. Aku mulai follow akun yang ngomongin self-love, "kurus bukan aib", dan "stop body shaming". Feed berubah, mindset pelan-pelan ikut berubah.
Kalau kamu Gen Z yang juga malu punya badan kurus, ingat: tubuhmu bukan bahan konten atau bahan bercandaan orang lain. Kita boleh banget jaga kesehatan, nambah berat badan dengan cara yang sehat, tapi bukan karena terpaksa memenuhi standar orang.
Pelan-pelan aja, belajar sayang sama diri sendiri. Self-love itu proses, bukan lomba. Yang penting, kamu nyaman di tubuhmu sendiri dan tahu kalau nilai dirimu jauh lebih besar dari angka di timbangan.
Tapi balik lagi kak 😊