Badai pasti berlalu ana_anah baca selengkapnya di fizzo
Reyhan duduk di belakang meja besar dengan tubuh sedikit maju ke depan, matanya fokus membaca berkas yang ada di atas meja sebelum perlahan mengangkat pandangan ke arah kedua wanita yang berada di depannya tersebut.
Wajahnya tampak tegas dan serius tanpa ada ekspresi emosi yang berlebihan, jari-jarinya bergesekan perlahan dengan satu sama lain sebagai tanda bahwa dia sedang mempertimbangkan dengan cermat bagaimana menangani situasi ini.
Setelah beberapa saat, dia menaruh berkas itu dengan perlahan, menghela nafas pelan, lalu mulai berbicara dengan suara yang jelas dan tegas namun tidak menyakitkan hati, menunjukkan bahwa dia lebih fokus pada mencari solusi daripada hanya menyalahkan.
Reyhan memegang daftar absen dengan wajah sedikit serius.
"Kalian berdua datang . Kita perlu bicara tentang kemarin sore. dan saya tidak menerima pemberitahuan izin sama sekali bisa jelaskan." Ucap Reyhan
Maya melihat ke bawah, malu
"Maaf pak Reyhan... kemarin saya benar-benar lupa jadwal kerja. Saya pikir hari itu libur karena kemarin pagi saya ada sedikit masalah pribadi, terus saya lupa nanya atau kasih tahu pak Reyhan. Sungguh maaf, saya lalai dan ini murni kesalahan saya pak." Ucap Maya
Reyhan diam mengamati wajah wajah Maya yang sedang tertunduk karena merasa bersalah.
"Terus. Kamu Dea?." Ucapnya
" Saya pak? Kemarin saya ke kosan mbak Maya pak. Hingga lupa waktu. Dan lupa meminta izin atas ketidak hadiran saya pak. Maaf ini juga kesalahan saya." Ucap Dea memberi penjelasan yang sebenarnya.
Pak Reyhan menghela napas lembut
"Saya mengerti mungkin kalian ada halangan atau hanya kelalaian saja. Tapi kalian berdua tahu kan, cafe kita waktu sore itu biasanya ramai pengunjung. Kemarin teman teman kalian, mereka harus menangani banyak pelanggan dan merasa kewalahan." Jelas Reyhan
"Ya pak Reyhan, saya dan Dea sudah bilang maaf ke teman teman tadi pagi. Saya merasa sangat bersalah karena membuat teman kerja saya kesusahan." Ucap Maya
"Saya dan mbak Maya juga sudah menawarkan untuk membantu bersih-bersih cafe lebih lama hari ini sebagai permintaan maaf pak." Ucap Dea
"Baiklah, saya melihat kalian punya rasa tanggung jawab. Kali ini saya akan maafkan karena pertama kalinya terjadi. Tapi ingat ya, dari sekarang jika tidak bisa masuk kerja, harus ada pemberitahuan minimal 2 jam sebelum jam kerja mulai. Bisa melalui WA atau telpon langsung ke saya atau salah satu teman kerja kalian."
Dea dan Maya serempak
"Baik pak Reyhan! Terima kasih sudah memberi kesempatan. Kami tidak akan mengulanginya lagi." Ucap ke dua wanita itu
"Oke , sekarang mari kita mulai kerja ya. Sore ini kemungkinan akan ramai lagi, kita harus siap membantu satu sama lain ya!." Titah pak Reyhan
Dea dan Maya pun mengangguk keluar dari ruangan sang bos dan memulai pekerjaannya.
Dan benar saja sore ini cafe dengan dekorasi kayu hangat dan lampu gantung yang menyala lembut. Di mana, aroma kopi yang harum berpadu dengan aroma roti panggang segar memenuhi setiap sudut ruangan.
Sejak pagi hingga malam hari kedatangan pengunjung terus menerus tidak pernah surut bahkan sampai antrian terbentuk di luar pintu.
Sebagian besar datang untuk menikmati menu spesial harian, sebagian lagi berkumpul bersama teman atau keluarga untuk berbincang santai.
Sementara yang lainnya memilih tempat ini sebagai lokasi untuk bekerja atau menyelesaikan tugas sekolah atau kuliah. sehingga para karyawan dengan senyum ramah namun wajah yang sedikit menunjukkan kelelahan sibuk mengantar pesanan.
Membersihkan meja yang baru saja ditinggalkan, menyiapkan minuman dan makanan dengan cepat namun tetap teliti.
Serta merespons permintaan setiap pengunjung dengan baik hingga mereka hampir tidak memiliki waktu untuk duduk sejenak, mengambil napas panjang, atau bahkan hanya minum segelas air putih di tengah kesibukan yang luar biasa itu.
***
Di tengah suasana cafe yang mulai sepi karena sebagian besar rekan kerja sudah menyelesaikan tugas mereka dan kembali ke rumah masing-masing.
Untuk beristirahat setelah hari yang penuh aktivitas, seorang wanita yang gigih dan penuh tanggung jawab masih dengan tekun menjalankan berbagai kesibukannya di dalam cafe tersebut bersama sang sahabat.
Maya dan Dea dengan cermat dan teliti membersihkan meja-meja yang telah digunakan pelanggan, menyusun kembali kursi-kursi dengan rapi.
Membersihkan peralatan makan dan minum beserta perlengkapan cafe lainnya dengan seksama, memeriksa stok bahan-bahan yang tersisa untuk memastikan ketersediaannya pada hari berikutnya.
Tanpa sedikit pun menunjukkan rasa lelah karena dia sangat menghargai pekerjaannya dan ingin memastikan bahwa segala sesuatu dalam cafe terawat dengan baik sebelum dia akhirnya menutup cafe dan pulang beristirahat.
Bukan tanpa alasan Maya dan Dea melakukan semua ini. Menambah jam kerjanya meskipun tahu mereka akan kemalaman sampai di rumah.
Meskipun di dalam hati Maya terus merasa khawatir dan tidak bisa berhenti memikirkan sang putri yang saat ini sendirian menunggu kepulangannya.
Mengharapkan kedatangan ibunya dengan penuh harap. Sementara Maya seringkali mengulurkan tangan untuk mengecek ponselnya secara diam-diam guna memastikan tidak ada pesan darurat atau kabar yang mengkhawatirkan dari sang putri.
Setiap kali menyelesaikan satu tugas pun dia Maya berusaha untuk bekerja lebih cepat agar bisa segera bertemu dan menghangatkan hati sang putri yang pasti sudah merindukannya.
Maya mengeluarkan hembusan panjang sambil menutup pintu belakang cafe dan mengunci nya
"Akhirnya selesai juga... " Ucapnya sambil melihat jam yang hampir menunjukkan angka 12 malam
Dea menggoyangkan badan
"pegal banget, mbak. Mulai dari keluar ruangan pak bos sampai sekarang, badan kayak mau lepas saja dari tulang. Pelanggan kayak nggak ada habisnya tadi mbak." Ucap Dea
Maya menepuk pundak Dea.
"Ya kan, padahal biasanya jam sepuluh sudah mulai sepi. Tadi malah ada kelompok besar yang nongkrong sampe hampir tengah malam, harus terus ngebuat minuman dan bersihin meja terus-menerus." Ucap Maya
Dea menggerutu pelan sambil terkekeh kecil
"Bahkan peralatan cuciannya juga banyak banget mbak. Aku rasa tanganku masih terasa keset dari sabun cuci piring." Ucapnya sambil memperlihatkan kedua tangannya kepada Maya
"Mau enggak kita mampir sebentar di warung makan dekat situ? Makan pecel lele atau gado gado, tapi di bungkus aja. Kasian Neya di kosan sendiri."
"Oke dong! Asalkan nggak perlu lagi berdiri lama ya, aku udah pengen rebahan aja mbak, santai. Besok kan hari libur, bisa tidur siang panjang deh." Ucap Dea
"Betul! Cepat aja kita pergi sebelum warungnya tutup juga. Besok bisa istirahat dengan tenang tanpa harus mikirin kerjaan sehari sama sekali." Ucap Maya sambil merenggangkan otot otot lengannya.
Ketika hendak keluar menuju area parkir. Reyhan keluar dari dalam ruangan kerjanya baru selesai memeriksa laporan keuangan cafe miliknya hari ini bersama dengan Riko sang sahabat sekali gus orang kepercayaannya.
Dari jarak yang tidak terlalu jauh dia melihat Maya dan Dea, hendak menaiki sepeda motor metik berwarna putih.
Riko tersenyum melihat Reyhan, tahu persis perasaan sang bos sekali gus sahabatnya itu. Namun, sedikit kesal melihat pergerakan lambatnya.
"Buruan. Tar orangnya keburu pergi." Bisik Riko sambil menaiki sepeda motor kesayangannya
Reyhan pun menyusulnya memakai helm full face miliknya dan menunggangi motor Ducati Monster Red kesayangan miliknya.
Motor berwarna merah itu berhenti tepat di depan kedua wanita itu. Reyhan menaiki kaca helm.
" Baru pulang." Ucapnya
Riko sang sahabat yang sudah berada di sampingnya menggerutu kesal mendengar ucapan basa basi Reyhan. Ayo ladies bilang baru nyampe.
Ucapnya dalam hati sambil membuang muka ke samping menyembunyikan tawanya di balik helm yang di kenakan. Merasa lucu melihat sang bos yang cosplay menjadi seorang pria ABG yang baru mengenal cinta.
" Iya pak." Ucap Dea sambil mengangguk kecil. Yang sebenarnya saat ini jika bisa rasanya dia ingin menghilang dan langsung mendapati dirinya di atas kasur yang empuk.
" Motornya simpan saja. Besok pagi-pagi biar pak satpam yang antar, kamu di antar Riko pulang ini sudah terlalu larut malam. Bahaya."
" Tapi, saya malam ini nginep di kosan mbak Maya pak. Saya sudah tidak kuat juga kalau harus pulang ke rumah." Jawab Dea
"Gimana mbak?" Lanjut Dea mencoba bertanya mengenai pendapat Maya.
Maya diam sejenak dan akhirnya mengangguk. takut juga jika harus pulang berdua dengan Dea, mengingat ini sudah sangat larut.
" Ah.. udah, kelamaan!." Ucap Riko menarik tangan Dea menuju motornya. Setelan, memastikan gadis itu naik di atas motornya Riko meninggalkan area parkir cafe itu.
Sedangkan Reyhan diam tidak habis pikir dengan sikap sang sahabat yang kadang kadang kurang satu ons.
" Pak ayo... " Ucap Maya membuyarkan lamunan sang bos.
"Ekhm... Ayo. Pegangan yang kuat ya." Ucap Reyhan sambil menarik tuas gas motornya. menambah kecepatan laju kendaraannya
Membelah jalanan yang mulai sepi.
Mata Reyhan terkadang menyapu wajah orang yang ada di belakangnya yang membuat hatinya berdebar kencang melalui kaca spion.
Cahaya bulan menyinari jalan aspal yang sepi, sementara dedaunan pohon-pohon besar di pinggir jalan bergoyang perlahan tertiup angin malam yang segar.
Dengan perlahan dia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, merasakan getaran hangat di tubuhnya sambil melihat titik-titik cahaya bintang yang bersinar lembut di langit gelap.
"May, besok bisa gak temenin saya beli hadiah?." Tanya Reyhan "hadiah buat mama." Lanjutnya. "May... Maya." Panggilnya
Reyhan melihat wanita yang berada di belakangnya melalui kaca spion. Benar saja wanita itu sekarang sedang tertidur dengan posisi kepala sudah berada di punggungnya dengan sebuah tas ransel yang di letakkan sebagai pemisah antara kedua insan tersebut.
Pegangan Maya yang awalnya berada di kedua sisi baju jaket Reyhan. Kini berubah posisi melingkar sempurna di pinggangnya.
Dengkuran halus terdengar dari mulut Maya ketika Reyhan mengurangi laju kendaraannya. Dia memegang kedua tangan wanita itu dalam satu dekapan tangannya. Takut jika wanita itu jatuh. Membangunkan nya pun ia tidak tega karena pasti Maya benar-benar merasa lelah.
Reyhan mendongakkan kepalanya menatap bintang bintang yang bersinar.
Biarkan aku menikmati hadiah yang indah ini walau hanya sebentar
Ucap Reyhan dalam hati.











![Haney San [HS]](https://p16-lemon8-cross-sign.tiktokcdn-eu.com/tos-alisg-i-0000/4e33379e42d2474999b05b263ade0dfb~tplv-sdweummd6v-shrinkf:120:0:q75.jpeg?lk3s=66c60501&source=feed_user&x-expires=1787119200&x-signature=SJMJjt6J%2FsOD0dioYYFHA02njSk%3D)




































