Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengundang keprihatinan terjadi pada Jumat (9/1/2026) di fly over Simpang Pos, Medan.
Sebuah video yang diunggah Diva Pasaribu memperlihatkan seorang perempuan lanjut usia menjadi korban tabrakan.
Dalam rekaman tersebut, korban tampak mengalami luka cukup serius pada bagian kaki dan terlihat membutuhkan pertolongan segera.
Situasi di lokasi sempat memanas setelah pengendara yang diduga terlibat insiden tersebut disebut tidak langsung memberikan bantuan.
Warga sekitar kemudian berupaya mengingatkan agar tanggung jawab tetap diutamakan, terutama demi keselamatan korban.
Perbedaan pendapat terkait penanganan korban pun sempat terjadi. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kejadian ini akhirnya diserahkan kepada pihak berwajib untuk ditangani sesuai prosedur yang berlaku. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya empati dan kepedulian di jalan raya.
Cr [ medanterkini ]
Mengalami atau menyaksikan kecelakaan lalu lintas seperti yang terjadi pada ibu lansia di fly over Simpang Pos Medan sangat meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja. Dari pengalaman pribadi saya, saat melihat korban yang terluka parah tetapi pengendara yang terlibat tidak segera memberikan pertolongan, rasa frustasi dan keprihatinan langsung muncul. Hal ini mengingatkan betapa pentingnya kesadaran tanggung jawab, bukan hanya sebagai pengendara tetapi juga sebagai warga masyarakat yang peduli. Saat ini, sudah semakin banyak kampanye dan edukasi terkait etika berkendara dan hak-hak korban kecelakaan. Namun, kejadian semacam ini menunjukkan bahwa penerapannya masih harus ditingkatkan. Selain kewajiban hukum, memberikan pertolongan pertama dan melapor ke pihak berwajib adalah bentuk empati dasar yang harus kita junjung tinggi. Dokumentasi video seperti yang diunggah Diva Pasaribu bisa menjadi pengingat nyata bahwa korban kecelakaan tidak hanya membutuhkan perhatian medis tetapi juga dukungan moral dan rasa kemanusiaan. Saya juga menyadari pentingnya peran aktif warga sekitar saat insiden terjadi. Dalam banyak kasus, bantuan pertama datang dari mereka yang kebetulan berada di lokasi, yang dapat menentukan cepat atau lambatnya penanganan korban. Meski kadang timbul ketegangan antara pengendara dan warga, komunikasi yang baik dan upaya menjaga ketertiban sangat membantu proses penanganan. Menghadapi situasi darurat di jalan raya, kita sebaiknya selalu siap memberikan pertolongan sekecil apapun dan tidak menghindar dari tanggung jawab. Melalui pengalaman ini, saya terdorong untuk lebih aktif mengedukasi lingkungan sekitar tentang pentingnya keselamatan berkendara dan kepedulian terhadap sesama. Semoga peristiwa yang terjadi bisa menjadi pembelajaran bersama bahwa hidup di jalan raya butuh rasa empati, kewaspadaan, dan sikap bertanggung jawab demi keselamatan semua pihak.








































