1. Meneteskan ASI ke mata bayi untuk mengobati belekan adalah mitos dan tidak disarankan secara medis. Meskipun ASI mengandung antibodi, ASI tidak steril dan justru berisiko membawa bakteri baru, memicu infeksi lebih serius, atau iritasi. Cara terbaik membersihkan mata bayi adalah menggunakan kapas bersih dan air hangat.
2. Bunda bisa menggunakan kapas yang telah direndam di dalam air hangat dan sabun bayi yang berbahan lembut. Setelah itu, jangan lupa untuk selalu mengeringkan kulit Si Kecil dengan cara menepuk-nepuknya menggunakan kain bersih dan kering secara lembut.
3. Bayi sering cegukan karena kontraksi diafragma akibat makan terlalu cepat, menelan udara, atau perubahan suhu di perut, dan umumnya normal serta tidak menyakitkan. Cara mengatasinya: sendawakan bayi, pijat punggung perlahan, beri empeng, atau ganti posisi menyusui. Cegukan biasanya hilang sendiri dalam 5-10 menit.
4. Menggendong posisi M-shape sangat baik untuk tulang bayi, terutama untuk perkembangan sendi panggul (mencegah hip dysplasia) dan tulang belakang karena menyerupai posisi alami di dalam rahim. Posisi ini menempatkan lutut lebih tinggi dari bokong, membentuk huruf M, dan menopang panggul serta punggung dengan optimal.
Selain cara menangani belekan dengan kapas bersih dan air hangat yang sudah direkomendasikan, pengalaman saya pribadi dalam merawat bayi newborn menegaskan pentingnya menggunakan sabun bayi yang lembut saat membersihkan area sekitar mata bayi. Hindari pemakaian bahan kimia keras yang dapat menyebabkan iritasi. Ketika bayi cegukan, saya juga sering mencoba memijat punggung bayi secara perlahan dengan gerakan memutar yang ringan sambil menerapkan posisi menyusui yang nyaman dan tegakkan badan bayi setelah menyusu. Cara ini terbukti efektif mengurangi frekuensi cegukan yang biasanya hilang dalam 5-10 menit. Memberikan empeng juga bisa menjadi alternatif jika bayi merasa nyaman dengan itu. Posisi gendongan M-shape yang menempatkan lutut lebih tinggi dari bokong memang sangat membantu dalam menunjang perkembangan sendi panggul dan tulang belakang bayi. Saya memastikan selalu menggunakan gendongan yang dirancang sesuai posisi ini, karena selain menghindari risiko hip dysplasia, juga membuat bayi merasa lebih nyaman dan aman. Salah satu mitos yang sering terdengar adalah meneteskan ASI ke mata bayi untuk menyembuhkan belekan, tetapi seperti artikel ini jelaskan, ASI tidak steril dan dapat berisiko menyebarkan infeksi. Dari pengalaman saya, melakukan pembersihan dengan kapas dan air hangat setelah itu mengeringkan mata secara lembut sudah lebih dari cukup dan aman. Bagi para bunda yang memberikan ASI, menjaga asupan gizi tetap seimbang sangat penting agar kualitas ASI tetap terjaga. Produk seperti Vitabumin Lacta Honey dapat mendukung nutrisi ibu dan menjaga kualitas ASI, yang pada akhirnya membantu tumbuh kembang bayi secara optimal. Dengan membagikan pengetahuan yang akurat dan pengalaman pribadi ini, diharapkan para orang tua baru lebih percaya diri dan tenang dalam merawat bayi mereka dan menghindari praktik yang tidak aman atau berdasarkan mitos.












































