Sering nggak sih, abis masak atau goreng-goreng, minyak bekasnya langsung dibuang? Biasanya kan kita anggap itu sampah yang nggak berguna. Tapi, siapa sangka, minyak jelantah yang sering kita buang itu bisa jadi sumber cuan lho!
Buat yang nggak tahu, minyak jelantah itu minyak bekas yang dipakai buat masak. Bukannya dibuang begitu aja, minyak ini masih bisa diolah jadi berbagai macam produk yang punya nilai jual. Misalnya, bisa jadi biodiesel, sabun, bahkan bahan baku kosmetik. Jadi, alih-alih jadi sampah, minyak jelantah bisa jadi duit!
Sekarang banyak perusahaan atau pengolahan limbah yang butuh minyak jelantah buat dijadikan bahan baku. Jadi, kalau kita kumpulin minyak bekas itu, kita bisa jual dan dapetin uang. Cukup menggiurkan, kan?
Intinya, daripada kebuang sia-sia, kenapa nggak manfaatin aja? Minyak jelantah yang biasanya kita anggap sampah, ternyata bisa jadi peluang cuan. Plus, kita juga bantu lingkungan jadi lebih bersih!
Jual minyak jelantah malu, #MaluGak kan bisa jadi cuan.
... Baca selengkapnyaAwalnya aku juga mikir, siapa sih yang mau beli minyak jelantah hitam yang udah dipakai berkali-kali? Tapi setelah coba cari info, ternyata banyak banget pengepul dan perusahaan pengolahan limbah yang justru nyari minyak jelantah dalam botol, apalagi kalau kita rajin kumpulin.
Yang pertama aku lakukan adalah mulai pisahin minyak bekas gorengan. Setiap habis masak, minyaknya aku saring pakai saringan teh atau kain tipis biar ampasnya nggak terlalu banyak. Memang warnanya tetap hitam, tapi pengepul biasanya nggak masalah selama volumenya cukup dan nggak tercampur air atau sampah lain.
Untuk wadah, aku pakai botol plastik bekas minuman ukuran 1,5 liter. Botolnya dicuci dulu, dikeringkan, baru minyak jelantahnya aku tuang pelan-pelan. Jangan lupa tutup botolnya harus rapat supaya nggak tumpah dan nggak bau menyengat. Kalau sudah penuh, aku taruh dalam kantong plastik hitam biar lebih rapi dan gampang dibawa saat dijual.
Soal tempat jual, ada beberapa cara yang pernah aku coba. Pertama, nanya ke tetangga yang punya usaha gorengan atau warung makan, ternyata mereka ada kenalan pengepul minyak jelantah hitam. Dari situ, aku dapat kontak orang yang biasa keliling ambil minyak jelantah dalam botol. Kedua, aku search di internet dan media sosial, banyak banget komunitas atau bank sampah yang terima minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel atau sabun.
Harga per liter memang nggak besar, tapi kalau rutin kumpulin, lumayan banget. Misalnya, dari rumah sendiri dapat beberapa botol sebulan, kalau ditambah minyak dari keluarga lain atau tetangga yang mau nitip, jumlahnya bisa jadi banyak. Pernah sekali aku bawa sekitar empat botol plastik besar, dan begitu ditimbang, nilainya cukup buat nambah uang belanja.
Buat yang masih malu jual minyak jelantah, aku dulu juga ngerasain hal yang sama. Rasanya kayak jual sampah. Tapi begitu tahu kalau minyak jelantah hitam ini bisa diolah lagi jadi produk yang berguna, rasa malu itu perlahan hilang. Malah bangga karena bisa bantu mengurangi limbah yang biasanya cuma dibuang ke selokan atau sungai.
Tips tambahan dari pengalamanku: simpan minyak jelantah di tempat yang teduh, jangan campur dengan bahan kimia lain, dan rajin cek botol kalau ada yang bocor. Kalau kamu punya usaha kecil yang sering goreng-goreng, jangan lupa ajak karyawan atau anggota keluarga buat disiplin kumpulin minyak bekas ini.
Intinya, jangan remehkan minyak jelantah hitam dalam botol di dapurmu. Dengan sedikit usaha, limbah ini bisa jadi sumber penghasilan tambahan. Pelan-pelan saja, mulai dari rumah sendiri, lama-lama kamu bakal terbiasa dan bisa punya "tabungan" cuan dari minyak jelantah yang dulu dianggap nggak berguna.
Wahh kalo minyak jelantah jadi Cuan gak malu kk😂 Pokok yg penting bercuan wkwk 🤭🤣🤣