... Baca selengkapnyaAku sendiri sudah beberapa kali coba diet Intermittent Fasting (IF), dan yang paling bikin betah justru ada di bagian "menu makan jam buka IF". Kalau menunya terlalu ribet atau malah bikin laper terus, biasanya jadi gampang gagal. Makanya aku suka banget pakai bahan-bahan simple seperti telur rebus, jagung, pepaya, ubi/singkong rebus, tempe, tahu, dan sayuran kukus.
Biasanya pola aku gini: pas jam buka IF, aku minum air putih dulu, kadang ditambah air hangat atau infused water biar perut lebih enak. Setelah itu baru lanjut makan menu utamanya. Paling sering aku kombinasikan 1 sumber karbo, 1–2 sumber protein, dan banyak sayur.
Contohnya untuk menu makan intermittent fasting harian:
- Hari kerja: jagung rebus + telur rebus + kol kukus + wortel. Ini lumayan mengenyangkan tapi masih ringan. Kalau masih laper, aku tambahin tempe atau tahu goreng yang minyaknya sedikit.
- Kalau lagi pengin yang manis tapi tetap sehat, aku pilih pepaya sebagai pencuci mulut. Pepaya ini bantu pencernaan, jadi enak banget setelah makan.
- Ubi atau singkong rebus juga sering aku pakai sebagai pengganti nasi. Rasanya tetap kenyang, tapi di badan berasa lebih ringan.
Untuk menu diet IF seminggu, aku biasanya tidak terlalu kaku. Yang penting tiap hari ada sayur seperti kol kukus, wortel, atau kembang kol, lalu protein seperti telur rebus, tempe, atau tahu. Sesekali aku tambahkan jeruk atau buah lain supaya nggak bosen dan vitaminnya juga cukup.
Kebaikan IF yang aku rasakan salah satunya badan terasa lebih enteng dan nggak gampang begah. Pola makan juga jadi lebih teratur, karena jam makan sudah jelas. Tapi menurutku, kunci keberhasilan IF adalah tetap makan menu yang real food dan tidak berlebihan saat jam buka. Kalau jam buka IF malah balas dendam, hasilnya biasanya jadi tidak terasa.
Kalau kamu baru mau mulai IF, bisa banget tiru konsep menu yang sederhana: jagung rebus, telur rebus, pepaya, ubi atau singkong rebus, tempe, tahu, dan sayur rebus/kukus. Bumbu bisa pakai sambal atau saus sedikit saja biar tetap ada rasa. Dengan menu yang simpel dan gampang disiapkan, IF jadi lebih konsisten dan tidak terasa menyiksa.