... Baca selengkapnyaJujur, awalnya aku cuma kepo kenapa badan Amanda Manopo bisa sekurus itu, soalnya kalau lihat foto dulu dan sekarang, beda banget kan. Dari yang dulu kelihatan lebih berisi karena tuntutan kerjaan, sekarang bentuk tubuh Amanda jauh lebih ramping dan kelihatan sehat. Akhirnya aku coba cari tahu pola diet Amanda, ternyata kuncinya di diet Intermittent Fasting (IF), olahraga simpel, dan konsul ke ahli gizi.
Kalau dari yang aku pelajari, Amanda pakai jendela makan kurang lebih 12.00–18.00. Di luar jam itu, dia puasa makan dan cuma minum air putih, teh, atau kopi tanpa gula. Aku sendiri sempat coba pola yang mirip: pagi sampai jam 12 cuma minum air putih dan kadang teh tawar hangat, baru jam 12 siang mulai makan berat. Tantangannya tuh justru pagi, apalagi kalau sudah biasa sarapan nasi. Tips dari aku, pelan-pelan saja: minggu pertama majuin jam sarapan, baru setelah terbiasa mulai skip sarapan dan ganti banyak minum air.
Untuk menunya, menu makan simple Amanda Manopo itu sebenarnya sangat bisa ditiru di rumah. Siang pakai nasi merah sedikit, dada ayam, dan sayur bening. Snack sore buah (apel atau pisang) plus yogurt, dan malamnya lebih ke protein seperti ikan panggang, tempe atau tahu rebus, dan tumis sayur. Aku pernah coba versi hematnya: nasi putih setengah porsi, dada ayam rebus bumbu sederhana, lalu sayur bening bayam. Intinya bukan makanan fancy, tapi pengolahan yang lebih sehat, minim goreng-gorengan dan gula.
Banyak yang bilang badan Amanda Manopo dulu gendut, tapi menurutku lebih tepat dibilang berisi karena peran dan tuntutan kerjaan. Setelah dia fokus diet dan olahraga, body Amanda Manopo dulu dan sekarang memang beda jauh: pipi lebih tirus, pinggul lebih terdefinisi, tapi masih kelihatan proporsional. Ini juga jadi pengingat buat aku sendiri kalau bentuk badan bisa berubah kalau kita konsisten, bukan instan dari susu pelangsing atau cara ekstrem.
Soal olahraga, Amanda juga nggak yang berlebihan. Dari infonya, dia pilih olahraga simple seperti jogging/lari santai 20–30 menit, jalan kaki (naik tangga, parkir agak jauh biar banyak gerak), dan gerakan aerobik ringan seperti skipping atau dance ikutin senam di YouTube. Aku yang ibu rumah tangga juga lebih cocok model begini; biasanya aku sempatkan jalan cepat keliling komplek sambil dorong stroller, atau ikutan senam online 15–20 menit saat anak tidur siang.
Yang perlu diingat, meski diet Amanda Manopo kelihatan berhasil, belum tentu cocok 100% di semua orang. Kalau punya penyakit lambung, maag, atau kondisi khusus, lebih aman konsultasi dulu ke dokter atau ahli gizi. Targetnya jangan cuma badan kurus seperti Amanda Manopo sekarang, tapi lebih ke badan sehat dan kuat untuk jangka panjang. Aku sendiri lebih santai: yang penting lingkar pinggang berkurang pelan-pelan, baju lama mulai muat lagi, dan badan berasa enteng.
Kalau kamu mau coba Intermittent Fasting ala Amanda, saran dari pengalamanku:
1. Tentukan jendela makan yang realistis dengan rutinitasmu (misalnya 12.00–20.00 dulu, baru pelan-pelan disesuaikan).
2. Jangan balas dendam makan saat jendela makan; tetap jaga porsi dan pilih menu makan simple, banyak sayur dan protein.
3. Perbanyak air putih saat jendela puasa, ini bantu tahan lapar dan bikin badan nggak lemas.
4. Tambah gerak: jalan kaki, naik tangga, atau senam ringan sudah cukup untuk awal.
Dengan cara ini, perlahan bentuk tubuh bisa ikut berubah tanpa perlu menyiksa diri. Fokus ke konsistensi, bukan kecepatan hasil, sama seperti perjalanan perubahan badan Amanda Manopo dari dulu sampai sekarang.
aku sukses IF dari era infinite debut sampe BTS comeback Butter , sudah 15 tahun if bb ku stabil , paling tinggi 52kg paling rendah 43kg dgn tb 153 cm . itu pun sering turun sekarang sudah sekitar 48 kg
Lihat komentar lainnya