... Baca selengkapnyaAku dulu termasuk mama yang suka baper sama kalimat, "Mama kok nggak adil sih?" Apalagi kalau lihat foto kartun ibu dan anak laki laki atau gambar perempuan sedih kartun di timeline, rasanya kayak bercermin. Ternyata banyak mama lain yang juga bingung: adil itu sebenarnya kayak apa sih di mata anak?
Perlahan aku belajar, adil itu bukan soal bagi kue sama besar, tapi bagaimana tiap anak merasa dilihat dan didengar. Misalnya ke anak laki-laki, aku perhatiin dia sering gelisah kalau kelamaan disuruh duduk manis. Dulu kupikir dia bandel, padahal dia butuh gerak. Jadi sekarang, kalau mau ngajak dia ngobrol serius, aku sambil ajak dia jalan keliling kompleks, atau sambil dia main bola kecil di ruang tamu. Ajaibnya, dia malah lebih jujur cerita kalau tubuhnya ikut bergerak.
Berbeda dengan anak perempuan. Dia tipe yang gampang sedih, gampang merasa diabaikan. Kadang ekspresinya mirip banget sama gambar perempuan sedih kartun yang sering berseliweran di media sosial. Kalau aku kebanyakan marah ke adiknya, dia bisa merasa, "Mama sayangnya lebih ke adek ya." Padahal bukan begitu. Akhirnya aku mulai biasain waktu khusus berdua, entah cuma 15 menit sebelum tidur buat curhat, atau temani dia gambar. Ternyata itu bikin dia jauh lebih tenang.
Soal adil ke anak laki-laki dan perempuan, aku juga belajar membedakan aturan. Misalnya soal tugas rumah. Dulu semuanya sama: harus rapi, harus bantu. Tapi kemudian aku sesuaikan. Anak laki-laki aku kasih tugas yang butuh tenaga, seperti buang sampah atau bantu angkat galon. Anak perempuan lebih ke hal detail, seperti merapikan meja belajar atau membantu menata baju. Dua-duanya tetap ikut kerja, cuma disesuaikan dengan minat dan kemampuannya.
Yang paling kerasa bedanya adalah cara menegur. Anak laki-laki biasanya lebih cuek sama kata-kata halus, tapi cepat tanggap kalau dikasih contoh nyata dan aturan tegas. Anak perempuan kadang justru kebalikannya: teguran terlalu keras bisa bikin dia mikir berhari-hari, merasa tidak disayang. Jadi aku belajar turunkan nada suara, lebih banyak pakai kalimat "Mama ngerti kamu sedih, tapi…" supaya dia nggak merasa diserang.
Pada akhirnya, adil buatku sekarang artinya: anak laki-laki merasa aman jadi diri sendiri yang aktif, dan anak perempuan merasa aman mengekspresikan perasaannya. Bukan berarti nggak boleh tukeran peran; anak laki-laki juga boleh nangis, anak perempuan juga boleh aktif. Tapi aku sebagai mama berusaha peka sama kebutuhan masing-masing.
Kalau kamu sering ngerasa kayak gambar kartun ibu dan anak laki laki yang sama-sama bingung dan canggung, mungkin memang sudah waktunya ngobrol dari hati ke hati dengan anak. Tanyakan, "Menurut kamu, mama adil nggak? Kalau nggak, di bagian mana?" Jawabannya kadang bikin kaget, tapi di situlah pintu buat memperbaiki cara kita mengasuh.
Ada yang punya pengalaman mirip? Gimana caramu membagi perhatian supaya anak nggak merasa salah satu lebih disayang?
Wah, garis besarnya begini ya. Trimakasih kak insightnyaa❤️. Di saya ada 3 anak laki-laki 2anak perempuan, sanguin semua. Kalau jadi panggung sandiwara sepertinya seru ya🤩
Wah, garis besarnya begini ya. Trimakasih kak insightnyaa❤️. Di saya ada 3 anak laki-laki 2anak perempuan, sanguin semua. Kalau jadi panggung sandiwara sepertinya seru ya🤩