Perkataan yang Benar | Pdt.Gilbert Lumoindong
Saya pernah merasakan sendiri bagaimana perkataan bisa mengubah suasana hati dan bahkan masa depan saya. Kata-kata negatif seperti mengeluh atau mencela selama ini hanya membawa saya ke perasaan cemas dan masalah yang seolah tiada henti. Namun, ketika mulai menerapkan ajaran Pdt. Gilbert, yaitu bertanya pada diri sendiri sebelum berkata, "Apakah ini benar? Apakah ini di kehendaki Tuhan?" hidup saya mulai berubah. Saya mencoba berkata yang membangun, menumbuhkan semangat dan damai sejahtera. Menurut Pdt. Gilbert, lidah itu sangat berkuasa menentukan hidup dan mati, bukan hanya untuk diri kita tapi juga untuk keluarga kita. Saya jadi sadar, bahwa setiap kata yang terucap bisa menjadi doa atau kutukan tanpa kita sadari. Ketika kita mulai memilih untuk mengucapkan perkataan yang positif, penuh pengharapan, dan solusi, perlahan masalah yang dulu terasa berat mulai terasa lebih ringan. Prinsip ini saya terapkan dalam doa dan komunikasi sehari-hari. Saya menghindari kata-kata yang membawa beban, kecewa, atau sakit, dan menggantinya dengan penguatan dan harapan. Saya percaya ini adalah langkah nyata untuk membawa berkah Tuhan masuk ke dalam hidup. Selain itu, nasihat untuk selalu memastikan perkataan kita membawa perubahan ke arah lebih baik atau bukan justru menciptakan masalah baru juga sangat penting untuk direnungkan. Dengan cara ini, saya lebih berhati-hati dalam berbicara, memastikan bahwa kata-kata saya bisa menuntun pada kedamaian dan penyelesaian masalah. Melalui pengalaman pribadi ini, saya ingin berbagi bahwa kekuatan lidah tidak bisa diremehkan. Bagaimana kita berkata akan sangat memengaruhi kualitas hidup kita dan orang-orang di sekitar kita. Jadi, mulai saat ini, mari kita latih diri berkata yang benar dan mendatangkan berkat, sebagaimana Pdt. Gilbert Lumoindong sampaikan dalam pembimbingannya.






































