... Baca selengkapnyaJujur, sebelum kenal pasangan yang sekarang, aku juga salah satu yang suka kepo: anak blasteran itu apa sih? Kok banyak yang bahas, terus sering muncul nama-nama seperti Briella Claire Humphries di explore sebagai contoh anak blasteran yang cantik banget. Dari situ aku mulai cari tahu, sampai akhirnya malah kebawa ke hubungan internasional sendiri.
Secara sederhana, anak blasteran adalah anak yang orang tuanya berasal dari dua negara atau dua ras/etnis yang berbeda. Misalnya ayah dari China Mainland utara, ibu dari Indonesia bagian barat – kayak hubungan aku sekarang. Jadi si anak nanti mewarisi campuran fitur fisik, budaya, dan kadang juga kewarganegaraan yang berbeda. Tapi yang menarik buatku bukan cuma soal “muka bule” atau “muka oriental”, tapi bagaimana mereka tumbuh dengan dua dunia sekaligus.
Kalau lihat figur publik seperti Briella Claire Humphries, banyak orang fokus ke penampilan: kulit putih, hidung mancung, mata bagus. Tapi setelah aku jalani hubungan internasional, aku sadar anak blasteran itu lebih dari sekadar fisik. Mereka biasanya tumbuh dengan dua bahasa, dua tradisi, dua cara pandang hidup. Kebayang nggak, di rumah bisa makan bakso sekaligus hotpot, merayakan Imlek sekaligus Lebaran? Buatku itu justru nilai plus yang bikin mereka unik.
Waktu aku dan pasangan mulai serius, obrolan “menuju Indonesia blasteran” pelan-pelan muncul. Bukan cuma bercandaan di pantai malam sambil dia bawain buket bunga, tapi beneran mikir: kalau punya anak nanti, dia bakal sekolah di mana, pakai bahasa apa di rumah, dan gimana caranya supaya dia nggak bingung identitas. Karena sering banget anak blasteran di-judge “nggak cukup Indonesia” atau “nggak cukup bule”. Aku nggak mau anakku nanti kehilangan rasa punya rumah di kedua budaya.
Hal lain yang sering orang salah paham, seolah punya anak blasteran itu cuma soal “biar cantik atau ganteng”. Padahal, hubungan beda negara itu perjuangannya panjang: beda bahasa, beda kebiasaan, kadang beda agama, plus urusan visa dan jarak. Jadi kalau cuma ngejar hasil akhirnya, yaitu anak blasteran, tanpa siap mental dan komitmen, bakal berat banget di tengah jalan.
Dari pengalamanku, hal yang paling penting justru komunikasi dan rasa saling menghargai. Aku belajar sedikit demi sedikit bahasa dia, dia juga belajar bahasa dan budaya Indonesia. Kami sering bahas hal kecil kayak nanti anak diajarin manggil orang yang lebih tua pakai apa, sampai hal besar kayak nilai-nilai yang ingin ditanamkan. Buat kami, yang utama bukan “anak blasterannya”, tapi gimana anak nanti bisa tumbuh sehat, bahagia, dan bangga dengan dua akar yang dia punya.
Jadi kalau kamu lagi cari arti anak blasteran itu apa, atau lagi kepo karena sering lihat sosok seperti Briella Claire Humphries di sosmed, dari sudut pandangku: anak blasteran adalah simbol pertemuan dua dunia. Cantik dan ganteng itu bonus, tapi yang paling berharga adalah kesempatan mereka untuk mengenal dan mencintai dua budaya sekaligus. Dan buat kami yang sekarang lagi berproses sebagai international couple Indonesia–China, “menuju Indonesia blasteran” bukan cuma caption lucu, tapi perjalanan panjang yang penuh cerita, kompromi, dan harapan.