Alexa: Misi Natal di Benua Biru (2 ep. 17)
DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Gambar yang menyertai cerita ini adalah ilustrasi fiksi dengan watermark 'by CR'.]
✨Bab 17: Detik-detik Menjelang Kegelapan
Di tengah kekacauan tembak-menembak dan perisai energi yang beradu, Alexa melihat Jack S. berhadapan langsung dengan Julian. Ibu Rose White dan agen-agen Interpol berusaha menahan para pengawal 'Tangan Hitam' lainnya. Jam digital di layar utama menunjukkan waktu hitung mundur menuju blackout tinggal tiga menit lagi.
"Pito, fokuskan semua kekuatanmu untuk membuka firewall terminal itu!" perintah Alexa, sambil menghindari serangan laser yang melesat di dekatnya.
"Firewall sangat kuat, Alexa! Pito butuh waktu ekstra!" jawab Pito, lampu sensornya berkedip-kedip semakin cepat.
Julian, yang sedang terlibat baku hantam dengan Jack, melihat Alexa mencoba meretas terminal. "Jangan biarkan dia mencapai terminal itu!" teriak Julian kepada sisa pengawalnya.
Dua pengawal terkuat segera bergerak menuju Alexa. Mereka memiliki perangkat kejut listrik di tangan mereka. Alexa tahu dia harus mengulur waktu. Dia melompat ke atas konsol, menggunakan keahlian akrobatiknya untuk menghindari serangan, menendang layar monitor, dan melemparkan flashbang mini yang sempat ia temukan dari gudang di Castel Sant'Angelo.
Blarr! Cahaya terang membutakan pandangan para pengawal sesaat.
"Sekarang, Pito!" seru Alexa.
Pito terbang dengan kecepatan penuh dan menancapkan kabel penghubung ke port terminal. Data-data mulai mengalir deras. Alexa mengamati layar terminal yang menunjukkan bar progres pembatalan serangan.
"Proses pembatalan 50%... 70%... 90%!" Pito berteriak gembira.
Julian yang melihat itu, melepaskan diri dari Jack dan menembakkan tembakan laser ke arah Pito. Alexa segera mendorong Pito menjauh, dan laser itu menghantam terminal. Layar berkedip-kedip dan bar progres terhenti di 98%.
"Tidak!" teriak Alexa, putus asa. Waktu tinggal lima belas detik!
Julian tersenyum penuh kemenangan. "Terlambat, Alexa. Ini sudah berakhir."
Jack S. yang terluka, merangkak mendekati Julian. "Julian, kumohon! Jangan lakukan ini! Ayah kita pasti tidak akan setuju!"
Mata Julian tiba-tiba bergetar mendengar nama ayahnya. Ada keraguan sejenak di wajahnya.#lemon8indonesia #GoodBye2025 #PengalamanKu #ceritafiksi #alexasaraphine





































