... Baca selengkapnyaJujur, sebagai Gen Z kadang kita ngerasa jauh banget dari Allah, padahal sebenarnya Allah selalu bersama gen z juga, cuma kita yang sering lalai. Aku pribadi sering banget ke-trigger sama konten yang ngingetin soal dosa besar, karena bikin mikir: selama ini aku santai sama hal yang Allah benci.
Misalnya soal bunuh diri. Di media sosial, candaan soal pengen mati, pengen mengakhiri hidup itu sering banget lewat di timeline. Padahal dalam Islam, bunuh diri itu dosa besar banget. Selain karena nyerah sama rahmat Allah, kita juga seakan-akan nggak percaya kalau Allah mampu nolong kita. Kalau lagi down parah, sekarang aku coba alihin dengan curhat ke Allah dulu, sholat meski cuma dua rakaat, atau chat teman yang bisa dipercaya.
Lalu soal riba. Buat Gen Z, riba itu sering "nyamar" dalam bentuk paylater, kartu kredit, atau pinjol. Awalnya dikira solusi, tapi bunganya bisa jadi riba yang Allah perangin. Aku mulai belajar bedain mana transaksi yang halal, mana yang berpotensi riba. Pelan-pelan aja, misalnya mulai kurangi pakai paylater dan biasain nunggu kalau belum mampu beli.
Percaya dukun dan ahli nujum juga masih banyak, cuma sekarang bentuknya lebih modern: ramalan zodiak, tarot, atau akun-akun peramal nasib. Kita suka bilang, "Cuma seru-seruan kok", padahal bisa nyeret kita ke arah membenarkan hal ghaib di luar tuntunan Islam. Aku sekarang kalau lihat konten gitu, langsung scroll aja, takut iman makin tipis.
Ada juga dosa besar lain yang kadang diremehkan: sumpah dusta. Di zaman serba online, bohong buat jualan, buat naikin image, atau buat nutupin kesalahan itu gampang banget. Padahal sumpah palsu demi keuntungan dunia itu berat hisabnya. Aku belajar buat lebih jujur walau malu, karena toh Allah tahu yang sebenarnya.
Menyerupai lawan jenis juga jadi isu besar di kalangan Gen Z. Trend fashion dan budaya bikin batasan laki-laki dan perempuan jadi kabur. Tapi kalau kita muslim, ya kita coba jaga adab berpakaian dan bersikap sesuai jenis kelamin yang Allah tetapkan. Nggak mudah, apalagi kalau lingkungan nggak mendukung, tapi minimal ada rasa takut dan usaha buat nggak sengaja nyebrang batas.
Hal lain yang sering kebawa pergaulan adalah mengadu domba dan mengajak kepada kesesatan lewat gosip dan konten. Forward chat tanpa cek fakta, ikut nyinyir di komentar, atau bikin konten yang menjauhkan orang dari Allah juga bisa masuk ke dosa besar. Sekarang aku coba tahan jari sebelum komen dan share sesuatu.
Intinya, dosa besar seperti memakan riba, thiyarah (menganggap sial sesuatu), melaknat orang, menahan kelebihan air (pelit dan merugikan orang lain), membenarkan dukun, dan lain-lain itu bukan cuma teori di buku. Semuanya relevan banget di kehidupan Gen Z hari ini. Allah bersama gen z yang mau berjuang, walau pelan, buat ninggalin dosa-dosa besar ini. Semoga kita termasuk yang Allah jaga hatinya sampai akhir hayat.
nauzubillah min dzalik