"Kadang kita nggak sadar kalau iman kita lagi lemah 😔. Bukan karena kita nggak sholat, tapi hati mulai keras, ibadah nggak khusyuk, bahkan dosa terasa biasa aja. Padahal Rasulullah Saw bersabda:
> “Sesungguhnya iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)
Yuk sama-sama muhasabah diri, jangan biarkan iman kita makin rapuh 💔.
Kalau kamu pernah ngerasain salah satu tanda ini, coba tulis di komentar biar kita bisa saling mengingatkan 🙏✨"
... Baca selengkapnyaJujur, aku dulu termasuk yang nggak peka kalau iman lagi lemah. Rasanya aktivitas ibadah masih jalan, tapi hati tuh kayak hampa. Baru kerasa setelah beberapa kejadian kecil yang nyentil banget.
Salah satu tanda iman lemah yang paling berasa di aku adalah ketika baca Al-Qur'an. Dulu, tiap baca ayat tentang surga atau neraka, hati langsung bergetar. Tapi pernah di satu fase, aku baca berlembar-lembar, selesai ya sudah… nggak ada rasa tersentuh sama sekali. Padahal di infografis sering dibilang, salah satu ciri iman lemah itu ketika kita tidak merasakan efek Al-Qur'an di hati.
Ibadah pun jadi nggak khusyuk. Sholat jalan, tapi pikiran ke mana-mana: kerjaan, media sosial, bahkan hal yang nggak penting. Setelah salam, nggak ingat bacaan imam barusan apa. Di situ aku sadar, mungkin secara fisik aku sholat, tapi hati nggak ikut hadir. Itu juga termasuk tanda hati menjadi keras.
Hal lain yang bikin aku makin waspada adalah ketika melakukan dosa tanpa menyesal. Misalnya ngomongin orang sedikit, atau sengaja menunda sholat, tapi hati nggak langsung merasa bersalah. Biasanya dulu kalau tergelincir, cepat istighfar. Di fase iman lemah, rasa bersalah itu seolah tumpul. Padahal melakukan dosa tanpa penyesalan itu bahaya, karena lama-lama bisa bikin kita merasa dosa itu biasa saja.
Aku juga merasa hilang kesabaran dalam hal-hal kecil: macet sedikit langsung marah, ada chat telat dibalas jadi baper, atau ketika rencana nggak sesuai ekspektasi langsung menyalahkan keadaan. Padahal sabar itu bagian besar dari iman. Waktu itu aku sempat mikir, “Kenapa aku sekarang gampang banget meledak?” Dari situ aku coba muhasabah, mungkin iman lagi turun dan butuh diperbaiki.
Perasaan hati menjadi keras juga terasa saat nasihat nggak lagi masuk. Ada ustazah atau teman yang mengingatkan, tapi yang muncul malah pembelaan diri: “Ah, semua orang juga begitu”, “Belum se-level itu kok.” Padahal dulu aku gampang banget tersentuh kalau diingatkan. Ternyata, ketika iman lemah, ego jadi lebih besar dari keinginan untuk memperbaiki diri.
Untuk pelan-pelan bangkit, aku mulai dari langkah yang kecil: memperbanyak istighfar, memaksa diri hadir penuh saat sholat, dan menyisihkan waktu khusus untuk tadabbur Al-Qur'an meski sebentar. Aku juga membatasi konsumsi konten yang bikin lalai, dan menggantinya dengan kajian ringan atau nasihat singkat yang menenangkan. Nggak langsung sempurna, tapi sedikit demi sedikit terasa ada perubahan.
Kalau kamu lagi ngerasain salah satu tanda iman lemah seperti ibadah tidak khusyuk, tidak merasakan efek Al-Qur'an, melakukan dosa tanpa menyesal, hilang kesabaran, atau hati menjadi keras, jangan langsung putus asa. Iman memang bisa bertambah dan berkurang. Yang penting, kita sadar, lalu pelan-pelan kembali mendekat pada Allah. Yuk saling mengingatkan, karena hampir semua dari kita pasti pernah berada di fase ini.
senangnya punya teman yg saling mengingatkan, terima kasih ka kadang hari2 itu berat jadi butuh dukungan untuk terus jaga iman🥰