Di bawah gerimis yang jatuh perlahan,
Allah menenangkan jiwa yang lelah.
Dingin yang menusuk bukan hukuman,
melainkan cara-Nya mengajarkan sabar.
Kabut yang menutupi pandangan,
mengingatkan hati bahwa,
tidak semua takdir harus dipahami hari ini,
cukup diyakini bahwa Allah Maha Mengetahui.
Dalam sunyi dan dingin,
doa menjadi lebih jujur,
air mata lebih dekat pada langit,
dan hati lebih mudah tunduk.
Jika langkah terasa berat,
ingatlah:
Allah tidak pernah jauh,
Dia hanya sedang mendidik hamba-Nya
agar lebih bergantung kepada-Nya.
Maka tenanglah,
di balik gerimis dan kabut ini
ada rahmat yang sedang turun,
dan ada doa yang sedang dikabulkan
meski belum disadari.




































