Istri Yang Ku Buang Ternyata Sultan (1)
LAGI-LAGI, SEORANG SUAMI TOLOL YANG TIDAK MENGETAHUI SIAPA SEBENARNYA ISTRINYA. TEGA MEMBUANGNYA DEMI WANITA LAIN. NAMUN BETA SHOKNYA IA DAN ISTRI BARUNYA SETELAH MENGETAHUI TERYATA MANTAN ISTRINYA ADALAH ...
TETAP DI ISTRI YANG KU BUANG TERYATA SULTAN.(1)
“Mas Revan,” Laras menepuk pahanya pelan. “Kamu memikirkan Aurelia?”
Revan menoleh cepat. “Tidak. Aku hanya ... aku bingung. Apa yang sebenarnya terjadi tadi. Bagaimana bisa dia dipanggil Nyonya? Dan Mahendra Group, sejak kapan dia ada hubungan dengan mereka?”
Laras menghela napas, “Mas Revan …" ia tertawa kecil sambil menepuk pundak Revan pelan.
“Kamu ini terlalu polos.”
“Polos?” Revan mengernyit.
Laras menatapnya dengan senyum meremehkan. “Iya. Semua itu hanya akting, Mas.”
“Akting?” Revan menatapnya tidak percaya.
Laras melipat tangan di dada, menegakkan kepalanya. “Iya, akting. Aurelia itu iri padaku. Karena kamu lebih memilih aku. Aku cantik, aku kaya, keluargaku terpandang. Sedangkan dia? Hanya wanita kampung biasa yang kebetulan punya wajah lumayan.”
Revan terdiam, menatap Laras dalam diam.
“Makanya dia sengaja melakukan drama itu,” lanjut Laras. “Dia pasti menyewa orang-orang itu, mobil itu. Dia ingin pamer, ingin menunjukkan kalau dia juga punya sesuatu. Padahal semua hanya sewaan. Wanita sepertinya pasti punya dendam karena kamu memilihku.”
“Dia … menyewa mereka hanya untuk akting?” gumam Revan pelan.
Laras menepuk pipinya manja. “Iya sayang. Jangan terlalu dipikirkan. Semua itu hanya usaha terakhirnya untuk membuatmu peduli. Dasar perempuan murahan. Tidak tahu diri.”
Revan mengepalkan tangannya. Dadanya bergejolak. Entah mengapa, hatinya terasa makin panas, marah, dan muak pada Aurelia.
“Benar juga,” desisnya pelan. “Kalau dia sampai melakukan semua itu hanya untuk menarik simpatiku, dia lebih rendah dari yang aku kira!”
Namun tiba-tiba, kerutan muncul di dahinya. Ia menatap kosong ke depan, pikirannya berputar cepat.
“Tapi … Mahendra Group.” gumamnya pelan. “Itu bukan nama sembarangan yang bisa disebut oleh semua orang.”
Puan Mariam yang sejak tadi berdiri di samping Laras langsung menyahut dengan nada sengit,
“Kamu itu terlalu banyak berpikir, Revan. Mungkin hanya nama itu yang ia tahu. Atau mungkin juga dia sengaja menakut-nakuti kita.”
Revan menatap ibunya. “Tapi Ma, ini bisa menjadi masalah untuk kita. Kalau orang-orang Mahendra Group tahu Aurelia mengaku-ngaku sebagai nyonya dan membawa nama mereka, kita bisa kena imbasnya.”
Puan Mariam menepuk pundaknya keras, penuh kebencian
“Maka dari itu, kamu harus segera ceraikan dia, Revan! Perempuan seperti dia hanya akan jadi aib untuk keluarga kita.”
Revan menatap ibunya lama. Ada sesuatu yang menahan dadanya, menolak ucapan itu. Namun bayangan wajah Aurelia bersama para pengawal mewah tadi kembali muncul. Rasa muaknya justru semakin menumpuk.
Perlahan ia berdiri, kedua tangannya terkepal di sisi tubuhnya.
“Aku akan memastikan semuanya sendiri,” ucapnya dingin.
“Kamu mau ke mana?” tanya Laras cepat, suaranya terdengar cemas.
Revan menatap Laras. “Kalau dia berani mempermainkan nama sebesar Mahendra Group, maka dia akan menyesal seumur hidup.”
Ia berbalik, melangkah meninggalkan ruang tamu dengan langkah panjang dan mantap.
Namun sebelum sempat menaiki anak tangga, Laras menahan lengannya pelan.
“Mas, tenang aja,” ujarnya dengan suara lembut, matanya menatap Revan penuh keyakinan. “Aku sudah menyuruh ayahku untuk mengkonfirmasinya. Kita tunggu saja kabar darinya.”
“Konfirmasi?” suaranya pelan namun terdengar menusuk. “Jika sampai dia benar-benar bukan siapa-siapa, aku sendiri yang akan menghukumnya.”
Baca selengkapnya di KBM app
Istri Yang Ku Buang Ternyata Sultan


























































