KAU HINA IBUKU, AKU BLOKIR ATM-MU (4)
Bab 4 Pinjam Gelang
"Mbak uang semester mana."
"Mintalah sama Abang kamu."
"Tapi kan biasanya aku minta sama mbak Rena."
"Itu kemarin waktu aku masih pingsan sekarang aku udah sadar," balasku.
Desi diam begitu juga dengan Ibu mertua.
"Mas, Aku minta uang semester hari ini juga harus bayar, tadi aku minta sama Mbak Rena tapi nggak mau ngasih," sengit Desi. Dasar gak tau diri.
"Ngapain kamu minta sama Rena Kan aku sudah bilang segala keperluan kamu dan ibu itu sudah jadi tanggung jawabku. Mulai sekarang gak usah minta-minta sama Istriku," tegas Mas Imran.
"Terus bagaimana, memangnya Mas punya uang untuk bayar semester aku?"
"Berapa sih bayarnya?
"Bayar semester 1 juta, uang saku satu Minggu 1 juta, buat keperluan ini itu, total 4 juta."
"Itu belum cicilan motor, kalau mau kasih aku 1 bulan total semuanya 8 juta."
"Sudah masuk kan , 8 juta?"tanya mas Imran
"Wah makasih Yo mas. Ya udah kalau begitu aku mau mandi dulu," pamit Desi
"Imran jatah Ibu mana?"
________
"Dek, kamu pakai mobil aja!"
"Tumben, biasanya kamu yang pakai mobil?"
"Ya kan itu kemarin dek kalau sekarang aku pikir sepertinya aku tidak adil. mobil ini kamu yang beli kok aku terus."
"Tau tak apa,"
"Dek nanti aku pulang agak telat ya, "
"Hmm, biasanya juga nggak pernah pamit,"
"Gitu banget sih, Dek. Dosa loh kamu jutek gitu sama suami," balas suamiku.
"Dua tahun nikah perasaan baru kali ini aku jutekin kamu,"balasku.
" iya deh, jaga diri ya."
________
Syukurlah semua presentasi berjalan dengan lancar dan Aku berhasil mendapatkan proyek tanpa kendala sama sekali. Mungkin karena inilah perusahaan tetap mempertahankan aku ditengah persaingan yang semakin ketat.
"Ren, Kamu sudah sarapan?"
"Sudah, kenapa?"
"Aku belum sarapan nih temenin aku ngopi dong."
"Eh kamu tau gak?"
"Enggak,"
"Yaelah kan Emang aku belum cerita," kesal Yessi.
"Udah tau gitu kenapa nanya," sahutku.
"Susah memang ngomong sama ibu-ibu," balasnya.
"Ya deh yang masih kakak-kakak beda kali sama kita yang sudah menikah," balasku lagi.
"Ah elah ampun, kayak orang lagi PMS aja lu."
Aku tak menghiraukan kata-kata Yessi,
"Terus tadi lu mau cerita apa sih?"
"Ye penasaran ya?" Godanya.
"Enggak, biasa aja," sahutku.
"Di kantor kita ini ada bos baru, ganteng bangett..."
"Terus aku harus bilang wow gitu," balasku..
"Ya ellah, normalnya perempuan kalau lihat cowok ganteng itu pasti akan wow, gak kek kamu," kesalnya.
"Ya ngapain Aku nganggumin cowok ganteng orang aku punya suami,"balasku.
"Ye suami model begitu aja Lo pertahankan, kalau gue mah udah gue bungkus pakai karung terus buang ke sungai," balasnya
"Lo pikir suami gue kucing," balasku.
"Lagian lo tuh stupid banget, bisa-bisanya lo diperas mulu sama dia sama keluarganya. Ren bayarin ini, Ren bayarin itu, kena pelet apa sih Lo."
Aku diam
"Hari gini ngomongin pelet," jawabku
"Terus apa dong namanya, cinta. Cinta atau beg! Sengitnya.
"Aduh ngapain sih ngomongin keluarga gue. Jujur ya gue lagi males ngomongin mereka. Kemarin aja ATM suami gue langsung gue blokir."
Yessi langsung meletakkan minumannya dan menatapku lama.
"Ini serius Lo sudah sadar, sudah habis itu jampi-jampi?"
"Sialan," balasku.
Terdengar suara sepatu melintas.
"Ren, Ren, itu, itu bos baru kita." Rena menunjuk ke arah lelaki berjas hitam, langkahnya tegap dan sepertinya cukup tampan hanya saja aku tidak melihat wajahnya.
"Bodo ah, gue gak tertarik. Sekarang gue cuman pingin kerja yang keras dapat duit buat nyenengin hati ibu gue."
"Alhamdulillah!"
"Bikin malu aja, ngapain sih teriak-teriak gitu!"
_________
"Tumben Lo bawa mobil?"tanya Yessi.
"Lagi kepingin sih," jawabku.
"Halah, lagi kepingin apa selama ini kamu nggak kebagian karena dikuasai suami, Rena, Rena Lo tu pinter tapi kok begok?"
"Hah, maksudnya?"
"Hai Sayang, udah ya aku duluan pacarku datang."
"Pokoknya besan tenang aja, saya cuma pinjam sebentar nanti aku balikin!"
Eit, mertua mau pinjam gelang ibu. Tidak bisa! Mau cari masalah dia sama aku!
Baca selengkapnya di kbm
Judul Kau Hina Ibuku Aku Blokir ATM mu
Penulis AuthorPena


















































