Konten ini aku persembahkan untuk suamiku yang tidak tau ada aplikasi namanya Lemon8_ID 🤣 Jadi dipersembahakan untuk suami tapi suami nggak baca hehe gimana yaa 😆
Terima kasih suamiku, selamat ulang tahun ke 31 sayang 💓
... Baca selengkapnyaSebagai IRT, aku dulu sempat mikir kalau suami bantu urusan rumah itu termasuk "bonus". Tapi setelah lihat dan rasain sendiri, ternyata enak banget kalau suami dan istri sama-sama kerja sama, bukan cuma salah satu yang capek.
Rutinitas di rumah kami sekarang cukup simpel tapi bikin hati hangat. Pagi hari, sebelum berangkat kerja, suamiku biasa cuci piring sisa semalam dan siapin nasi. Kelihatan sepele, tapi buat aku itu berasa banget. Aku jadi bisa fokus sama anak, urus rumah pelan-pelan tanpa merasa dikejar waktu. Kadang kami sambil ngobrol ringan di dapur, bahas rencana hari itu, dan di situ kerasa banget rasa "kami satu tim".
Sepulang kerja, bukannya langsung rebahan, dia biasanya langsung ganti baju dan main sama anak. Ada momen suamiku gendong anak di pundak, keliling halaman hijau, dan aku cuma duduk sebentar menikmati pemandangan itu. Dia juga yang sering mandiin anak, jadi anak terbiasa dekat dengan ayahnya. Buatku, itu penting banget, apalagi buat yang punya cerita masa kecil kurang figur ayah atau fatherless; lihat anak dekat sama ayahnya rasanya nyess tapi juga menyembuhkan.
Hari Minggu, suamiku yang pergi ke pasar belanja kebutuhan rumah, sementara aku beberes dan siapin yang lain. Kalau lagi ada momen rumah berantakan, bukan berarti itu salahku sebagai istri. Dia yang sering ambil inisiatif beresin rumah, nyapu, kadang pel, tanpa perlu aku minta. Di situ aku belajar, punya suami yang sama-sama mau turun tangan bukan berarti aku kurang bisa jadi istri, tapi justru kami saling jaga kesehatan fisik dan mental.
Bahagia versi kami benar-benar Bahagia 0 Rupiah. Bukan soal jalan-jalan mewah atau hadiah mahal, tapi hal sederhana: gorengan pakai lilin ulang tahun, jalan berdua di anjungan dengan pemandangan gunung berapi, atau sekadar ngobrol berdua setelah anak tidur. Kadang suami menyebalkan, bikin kesel, tapi kalau lihat lagi semua usaha kecilnya di keseharian, aku sadar dia memang jodoh terbaik yang dikasih Tuhan.
Kalau kamu lagi cari cara biar suami "lebih sama-sama" urus rumah, menurutku kuncinya komunikasi pelan-pelan, bukan menyuruh, tapi ngajak jadi tim. Ceritakan capekmu, ajak dia lihat kalau rumah tangga itu bukan kerja satu orang. Pelan-pelan, ketika suami merasa dihargai dan nggak terus-terusan disalahkan, biasanya dia juga mau mulai turun tangan.
Setiap rumah tangga punya versinya masing-masing, tapi aku berharap cerita sederhana tentang suamiku yang sama-sama bantu ini bisa jadi pengingat kalau kebahagiaan nggak selalu pakai uang, kadang cuma butuh pasangan yang mau diajak kerja sama dan saling sayang.
kalo aq kepasar suami mau nya ngekor.. ga ada cerita aq kepasar dia drumah.. atau sebaliknya 🥺. tp krena LDM semua aq maklumi 😆