... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga salah satu yang suka kepo tiap lihat konten pasangan yang ketemunya di OME TV hijab. Dalam hati suka mikir, “emang bisa ya, dari random video call gitu terus jadi serius sampai nikah?” Sampai akhirnya aku sendiri ngalamin kenal suami cuma 3 minggu, ketemu sekali, dan langsung dilamar.
Waktu itu aku lagi iseng banget buka OME TV. Karena aku berhijab, aku tetap pasang batasan: nggak mau ngobrol yang aneh-aneh, kamera tetap sopan, dan kalau lawan bicara mulai nggak sopan langsung aku skip. Dari sekian banyak orang random, tiba-tiba ketemu dia. Awalnya cuma basa-basi, tapi obrolannya terasa beda: lebih dewasa, sopan, dan kelihatan niat serius.
Banyak yang nanya, “Kok bisa yakin?”, “Nggak takut ditipu?”, “Kenal dari mana?” Jawabannya: aku nggak langsung percaya. Setelah pertama kali ketemu di OME TV, kami lanjut chat di platform yang lebih jelas, terus mulai video call rutin. Aku juga mastiin hal-hal penting: pekerjaannya apa, tinggal di mana, gimana sikapnya ke keluarga, dan yang paling penting dia mau ketemu sama orang tuaku atau nggak.
Dua hari setelah pertemuan pertama itu, dia malah bilang pengen lamar aku. Di situ aku bener-bener mikir keras, karena kami beda usia 12 tahun. Aku 23 tahun, dia 35 tahun. Tapi anehnya, justru karena dia lebih tua, cara ngomong dan cara ambil keputusannya lebih tenang. Dia pun langsung minta izin datang ke rumah ketemu orang tua. Dari situ aku mulai merasa, “Oh, ini kayaknya bukan main-main.”
Buat yang penasaran soal prosesnya: kami nggak langsung nikah, ya. Setelah lamaran, kami masih komunikasi intens sekitar beberapa bulan sambil persiapan. Selama masa itu, aku benar-benar pakai waktu buat observasi: kalau aku lagi marah dia gimana, kalau ada perbedaan pendapat dia reaksinya seperti apa, dan sebaliknya. Jadi, walaupun kelihatannya cuma 3 minggu kenal, sebenarnya proses saling mengenalnya lumayan padat.
Kalau kamu juga ketemu teman ngobrol di OME TV hijab dan mulai ngerasa klik, menurutku nggak masalah selama tetap jaga batasan. Beberapa hal yang aku lakuin:
1. Jangan gampang kirim foto atau data pribadi.
2. Ajak video call yang jelas dan sopan, bukan cuma chat.
3. Libatkan keluarga sedini mungkin kalau dia bilang serius.
4. Dengerin kata hati, tapi tetap pakai logika.
Sampai sekarang aku nggak nyesel sama keputusan itu. Justru bersyukur, karena dari sesuatu yang kayaknya iseng, malah jadi jalan takdir. Kalau ada yang punya pengalaman mirip—kenal dari OME TV hijab atau platform random lain, terus berujung serius—boleh banget share di kolom komentar. Biar kita sama-sama belajar, kalau jodoh memang bisa datang dari arah yang nggak disangka-sangka, tapi tetap harus pakai cara yang aman dan sehat buat diri kita sendiri.
Masyaallah sat set kak 😁