2026 sudah tiba saatnya declutter barang-barang yag menghambat rezeky.
Disini konteksnya kenapa bisa sampe menghambat rezeky, karena bisa jadi menimbun harta, busa juga mempunyai aura negatif busa jg di artikan sebagai rasa yang kurang bersyukur.
Jadi nomer berapa yang kalian berat buat lakuin ??
... Baca selengkapnyaAku pribadi baru nyadar soal “seret rezeky” itu bukan cuma soal uang aja, tapi juga energi di rumah. Setelah baca ayat tentang larangan menimbun harta (At‑Taubah 34–35), aku mulai mikir: kalau harta yang ditimbun aja diingatkan, gimana dengan kebiasaan kita menimbun barang yang sebenarnya sudah nggak terpakai tapi masih bermanfaat buat orang lain.
Waktu aku mulai declutter awal 2026, aku bikin list 8 barang rumah yang wajib dibuang atau dikeluarkan dari rumah:
1. Barang rusak yang sudah lama nggak diperbaiki
2. Barang retak/pecah, termasuk piring, gelas, mangkuk
3. Tumpukan kertas, buku, dan dokumen yang sudah tidak terpakai
4. Baju yang tidak terpakai bertahun‑tahun
5. Barang dapur yang berantakan dan nggak kepakai
6. Barang yang tidak set (misal wadah tanpa tutup, panci tanpa pegangan)
7. Barang kenangan yang kalau dilihat malah bikin sedih
8. Barang tidak berguna yang cuma “sayang dibuang”
Cara aku biar declutter ini nggak bikin kewalahan:
- Mulai dari satu sudut kecil, misal rak dekat tangga lipat atau satu laci dulu. Jangan langsung satu rumah, nanti capek dan nyerah di tengah jalan.
- Kasih kategori kardus: BUANG, DONASI, JUAL. Barang rusak dan retak aku masukin ke BUANG, baju layak pakai dan mainan anak aku DONASI, sementara barang elektronik yang masih bisa nyala tapi nggak dipakai aku JUAL.
- Terapkan aturan 6 bulan–1 tahun. Kalau dalam 1 tahun nggak pernah dipakai dan bukan barang penting, aku relakan keluar dari rumah.
Contohnya di area mainan anak, aku punya sepeda anak pink yang udah nggak pernah dipakai. Awalnya bener‑bener “sayang dibuang” karena banyak kenangannya. Tapi tiap lihat sepeda itu aku malah keinget masa lalu dan jadi mellow. Akhirnya aku foto dulu buat kenangan, lalu aku jual murah. Aneh tapi nyata, setelah itu ruangan jadi lebih lapang dan mood aku juga lebih enak.
Di dapur, aku kumpulkan semua wadah plastik yang sudah menguning, tutupnya hilang, atau bentuknya nggak jelas. Barang‑barang kayak gitu ternyata bikin rak kelihatan penuh dan berantakan. Setelah dibuang dan disisain yang benar‑benar terpakai, aku jadi lebih gampang cari barang dan nggak “boros beli wadah” lagi.
Aku juga punya satu kipas rusak yang udah berbulan‑bulan nangkring di pojok. Selalu mikir “nanti aja benerinnya”. Padahal realitanya nggak pernah dibenerin. Akhirnya aku putuskan untuk beneran servis atau langsung keluarin dari rumah. Dari situ aku belajar: kalau sesuatu sudah lama rusak dan kita nggak gerak apa‑apa, kemungkinan besar kita memang nggak butuh.
Menurut aku, declutter kayak gini berkaitan banget sama rezeky. Rumah yang lega dan rapi bikin kita lebih tenang, gampang bersyukur, dan lebih sadar sama apa yang sudah kita punya. Dari situ, rasanya rezeky lebih terasa mengalir, bukan cuma dari sisi materi, tapi juga ketenangan hati dan pikiran.
Kalau kamu merasa rezeky lagi seret, coba cek: ada berapa banyak barang rusak, tumpukan kertas, baju nggak terpakai, atau barang kenangan yang bikin sedih di rumahmu? Mulai dari satu barang dulu. Pelan‑pelan, lama‑lama rumah dan hati jadi lebih ringan. Siapa tahu, itu salah satu ikhtiar kecil yang bisa bantu melancarkan rezeky kamu di 2026 ini.
numpuk barang emang bikin sempit, aku kl bosen pengen beli yg bagus aku ksh org barang yg lama walaupun msh baru. tetanggaku Ampe hapal" Bu ada barang yg gak dipake lg gak"😂. merk Tupperware juga kl jarang pake aku ksh org, sampe orang nanya " ini Tupperware Bu"😂, batinku kenapa emangnya kl Tupperware. tetanggaku suka nanya kl butuh sesuatu " Bu ada Magicom gak dipake? 😂.
Wahhh aku udah bersih2 dr kemaren kk Dibu🥰 tapi masih byk aja brg2 gak kepake🤭😂