Pagi ini aku berniat membersihkan kebun belakang, aku tidak tau kalo pohon mangga dibelakang rumah berbuah sangat banyak. Akhirnya aku bersama ibuku memanen mangga tersebut, dibantu dengan tante ku dan juga om ku. Hasil panen pagi ini banyak sekali teman-teman ada lebih 20 buah mangga dengan ukuran besar.
Oh iya ini jenis mangga #kiojay yaa teman-teman, pohon ini peninggalan almarhum kakek aku. Pohon ini ditanam kakek aku di belakang rumah, dan berbuah sangat banyak. Tidak hanya pohon mangga kiojay ya, ada juga buah mangga madu. Rasanya tidak kalah manis dengan kiojay, mangga madu meski belum matang rasanya tetap manis.
Kalo kiojay ini rasanya manis waktu sudah matang, kalo belum matang rasanya seperti makan jambu biji, karena tidak terlalu asam.
Jadi hasil buah mangga ini akan dijual tanteku gais, semoga laku yaah🤗☺️
... Baca selengkapnyaSejak rutin panen mangga Kiojay di belakang rumah, aku jadi makin paham soal karakter mangga ini. Banyak yang tanya, mangga Kiojay itu apa sih dan bedanya dengan mangga lain?
Buatku, Kiojay itu jenis mangga dengan ukuran buah cukup besar, mirip mangga gajah jumbo, kulitnya hijau segar dan dagingnya tebal. Kalau matang di pohon, bagian dagingnya biasanya kuning keorenan, wangi, dan rasanya manis legit. Teksturnya padat tapi tetap juicy, jadi enak dimakan langsung atau dijadikan rujak manis tanpa banyak tambahan gula.
Waktu masih mentah, mangga Kiojay ini unik. Rasanya nggak terlalu asam, lebih ke gurih-manis ringan, mirip sensasi makan jambu biji seperti yang aku rasain sendiri. Makanya buat kamu yang nggak tahan asam, mangga Kiojay mentah masih aman dimakan, apalagi kalau dicocol sambal rujak. Ada juga yang suka bikin sambal mangga dari Kiojay muda karena potongannya tetap renyah.
Kalau soal harga mangga Kiojay per kg, biasanya tergantung musim dan daerah. Di beberapa pasar, mangga ini bisa sedikit lebih mahal dibanding mangga biasa karena ukuran dan rasanya yang premium. Apalagi kalau buahnya matang di pohon (bukan diperam), biasanya pedagang berani pasang harga lebih tinggi karena kualitas rasa lebih manis dan harum.
Banyak yang bandingin mangga Mahatir vs Kiojay. Dari pengalamanku, mangga Kiojay cenderung lebih tebal dagingnya dan rasa manisnya stabil jika dipanen saat sudah tua pohon. Mangga Mahatir juga enak, tapi bentuk dan teksturnya bisa sedikit berbeda tergantung bibit dan perawatannya. Di kebunku sendiri cuma ada Kiojay dan mangga madu, belum punya pohon mangga Mahatir.
Pohon mangga Kiojay yang di rumah batangnya cukup besar dengan daun panjang hijau tua seperti daun mangga pada umumnya. Perawatan yang kami lakukan simpel: rajin pangkas ranting yang kering, bersihkan area sekitar akar, dan sesekali diberi pupuk kandang. Dengan perawatan seperti ini, pohon bisa berbuah banyak setiap musim, seperti di foto hasil panen dalam keranjang hijau dan kantong plastik hijau itu.
Selain Kiojay, di rumah juga ada mangga madu, rasanya manis bahkan saat belum terlalu matang. Kalau mangga madu lebih kecil dan wangi manis lembut, sementara Kiojay unggul di ukuran jumbo dan daging yang tebal. Kadang aku suka mix dua jenis mangga ini untuk es mangga atau topping yogurt supaya rasanya lebih variatif.
Kalau kamu punya rencana tanam pohon mangga Thailand, mangga merah, atau jenis lain, menurutku nggak ada salahnya juga coba satu pohon Kiojay. Dari pengalamanku, dia termasuk gampang beradaptasi dan hasil panennya memuaskan. Buah yang melimpah bisa dimakan sendiri, dibagikan ke tetangga, atau dijual seperti yang tanteku lakukan. Seru banget rasanya lihat mangga hijau besar menumpuk siap dijual, berasa punya kebun mini sendiri di rumah.