Al-Baqarah 2:30-37
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
Surah 2:30-37 Al-Baqarah (Sapi)
Sholawat semoga senangtiasa tercurah kepada baginda nabi besar Muhammad SAW.
Allâhumma shalli 'alâ Muhammadin wa 'alâ âlihi wa sallim. Semoga shalawat menjadi bagian dalam keseharian kita.
Quran Everyday (Ngaji setiap hari)
Belajar ngaji al qur'an
Learn to read the Quran
Doa untuk Indonesia tercinta:
رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَٰذَا بَلَدًا
Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini yang aman
Alhamdulillah,
Semoga Allah SWT membuka pintu HidayahNya, aamiin
Dengan mengharap ridho Allah SWT semata mari kita semangatkan membaca al-Quran setiap hari, jadikanlah Alquran membumi dalam diri kita.
Doa untuk saudara-saudara kita di Palestina
Allahumma najji ikhwanan al mu'mininal mustadhafina fi Falisthin wafi kulli makan.
Ya Allah jadikanlah kami, istri-istri kami, anak-anak kami dan keturunan kami selalu mencintai mu ya Allah, mencintai nabi Muhammad SAW dan nabi lainnya, mencintai Al-Qur'an dan Islam serta sesama mahlukMu.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةٌ تُحْيِي بِهَا رُوحِي، وَ تُوَفِّرَ بِهَا فُتُوحِي، وَ تَرفَعَ بِهَاحَاجَاتِ ، وَتُنَوْرَ بِهَا قَلْبِي
"Allahumma Shalli 'ala Sayyidina Muhammadin Sholatan tuhyi biha Ruhi, wa tuwafiru biha futuhi wa tarfa'u biha hajati, wa tunawwiru biha Qolbi"
Prophet Muhammad never said he was Sunni, he only gave us the Sunnah. Prophet Muhammad never said he was Shia but through his daughter Fatimah gave us Hasan and Hussein, the Prophet never said he was Hanafi, Sufi, it's all made up, so be yourself first as a Muslim who submits only to Allah Azza wa Jalla
Semoga Allah tambahkan rezekinya dan limpahkan kesehatan dengan memutar dan ikut bertilawa Al-Qur'an, selalu bershalawat kepada baginda nabi Muhammad SAW, serta membagikan video ini, juga semoga para Qari' dan pembuat aplikasi mendapat pahala disisi Allah SWT aamiin🙏"
Belakangan ini aku lagi sering banget mengulang baca dan mendengar tilawah Al-Baqarah 30-37. Awalnya cuma karena penasaran dengan kisah awal penciptaan manusia, tapi lama-lama kerasa banget bahwa ayat-ayat ini dalam sekali buat kehidupan sehari-hari. Di ayat 30, Allah berfirman kepada para malaikat bahwa Dia akan menjadikan khalifah di bumi. Di terjemahan biasanya disebut "deputy" atau wakil di bumi. Buat aku pribadi, kata khalifah ini ngingetin bahwa manusia bukan sekadar tinggal di dunia, tapi punya amanah: menjaga bumi, nggak merusak, dan nggak menumpahkan darah seenaknya. Jadi tiap kali baca "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi", rasanya kayak diingatkan ulang soal tujuan hidup. Lalu di ayat-ayat setelahnya Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama segala sesuatu. Di sini aku merasa pentingnya ilmu. Allah sendiri yang mengajarkan, lalu malaikat mengakui: "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau ajarkan." Dari sini aku jadi lebih termotivasi buat belajar: belajar baca Al-Qur'an pelan-pelan, belajar makna surat Al-Baqarah, terutama juz 1, bahkan kalau perlu buka tafsir seperti yang tertulis di mushaf terjemahan. Bagian yang paling bikin merinding adalah ketika Allah memerintahkan malaikat untuk sujud kepada Adam, dan semua sujud kecuali Iblis. Sikap sombong dan menolak perintah Allah inilah yang bikin Iblis jadi kafir. Buat aku, ini pelajaran tentang bahaya kesombongan. Kadang kita suka merasa lebih suci, lebih benar dari orang lain, padahal bisa jadi hati kita malah jauh dari ketaatan. Ayat tentang Adam dan istrinya tinggal di surga, boleh makan dari mana saja kecuali satu pohon, lalu digoda setan sampai tergelincir, juga sangat relate dengan hidup sehari-hari. Larangan Allah itu jelas, tapi godaan kadang terasa manis. Dari kisah ini aku belajar bahwa manusia bisa salah, tapi pintu taubat selalu terbuka. Di ujung rentetan ayat ini, ada kabar indah: "Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima taubatnya. Sungguh Allah Maha Penerima taubat, Maha Penyayang." Ini jadi pegangan setiap kali aku merasa jatuh dalam dosa. Waktu aku tadabbur dua ayat terakhir Al-Baqarah dan rangkaian ayat 30-37, aku jadi pengen menjadikan Al-Qur'an bagian dari rutinitas: minimal satu halaman per hari, atau satu lembar dari juz 1. Biasanya aku mulai dengan baca Bismillah, lalu shalawat seperti "Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad" biar hati lebih tenang. Setelah itu baru baca ayat, pelan-pelan, kadang sambil mendengarkan tilawah dari qari favorit di aplikasi Qur'an. Aku juga suka menyelipkan doa setelah baca: minta supaya Allah menjadikan negeri kita aman, seperti doa "Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini yang aman", dan mendoakan saudara-saudara di Palestina. Rasanya beda ketika doa itu keluar setelah hati dilembutkan oleh bacaan Al-Baqarah. Ada rasa nyambung antara ayat tentang ujian, permusuhan di bumi, dan kondisi umat Islam sekarang. Kalau kamu baru mulai ngaji, bisa coba rutinitas ringan: baca Al-Baqarah 30-37 pelan-pelan, sambil lihat terjemah, lalu catat satu pelajaran yang kamu rasakan dari ayat itu. Tidak harus tafsir yang berat, cukup apa yang menyentuh hati. Lama-lama, kebiasaan kecil ini bisa bikin kita makin dekat dengan Al-Qur'an, dan benar-benar merasakan bahwa Al-Qur'an "membumi" dalam diri kita, bukan cuma dibaca saat acara tertentu saja. Semoga Allah jadikan kita termasuk orang yang menjaga amanah sebagai khalifah di bumi, rajin tilawah, bershalawat setiap hari, dan selalu kembali kepada-Nya lewat taubat, seperti Nabi Adam AS dalam ayat-ayat indah ini.





































