dari ceritaku diatas,, jgn ditiru yaa buat adik2 yg mahasiswa dan aktivis... 😂😂
sebenarnya aku itu bisa banget ngatur uang,, terbukti aku terpilih beberapa kali jadi bendahara.. tapi balik lagi ke aku bisa lebih bertanggung jawab atas uang orang banyak,, tapi sepele sama keuangan pribadi..
jangan ditiru ya dek yaaa😚😚
jadi gimana sih TIPS mengatur keuangan untuk aktivis???
1. Tetapkan yg mana prioritas
Jgn krn ingin terlihat totalitas, kamu sampai harus mengorbankan uang pribadimu.. Organisasi biasanya ada uang kas/dana dari kampus.. jadi manfaatkan saja uang2 itu yg penting untuk kepentingan bersama..
2. Tetapkan limit loyalitas
ingin terlihat totalitas sah sah saja.. tapi tetapkan limit berapa maksimal yg bisa kamu keluarkan untuk organisasi (diluar iuran yg ditetapkan).. jgn sampai kamu menggunakan uang pribadi mu sampai mengganggu kebutuhan pokok misai..
3. Jangan kebanyakan organisasi
ini pengalaman ku banget.. sangking banyaknya organisasi yg ku ikuti dulu,, jadinya boncos yg ku alami jadi berkepanjangan.. apalagi kalo musim pelantikan, diklat dan demisioner... duit duit terus itu🤑🤑🤑 jadi pilihlah organisasi yg bener2 kamu banget,, serta mendatangkan faedah..
Nah 3 hal ini aja cukup jadi benteng kamu agar #HidupHemat dan tidak terjerumus kedalam lingkaran boncos 😂😂 #SetujuGak semua??
... Baca selengkapnyaSebagai seorang aktivis Gen Z, mengelola keuangan pribadi memang menjadi tantangan tersendiri apalagi jika terlibat banyak dalam berbagai organisasi. Dari pengalaman yang diungkapkan, ternyata kegiatan organisasi menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan pengeluaran menjadi tidak terkendali, atau sering disebut boncos. Ini biasa terjadi karena keinginan untuk terlihat totalitas sehingga tanpa sadar mengorbankan kebutuhan pokok sendiri.
Pentingnya menyusun budgeting yang realistis dan terukur sangat berperan dalam menjaga keseimbangan keuangan. Misalnya, saat kuliah dan tinggal di asrama, pengelolaan uang kiriman harus ekstra hati-hati. Sering kali uang yang diterima cepat habis bahkan untuk hal-hal seperti makan yang sebenarnya bisa lebih hemat jika dibuat perencanaan. Dengan menetapkan limit loyalitas saat berorganisasi, kamu bisa membatasi maksimal pengeluaran pribadi yang dapat dikeluarkan untuk kegiatan organisasi, di luar iuran resmi yang sudah ditetapkan.
Lebih jauh lagi, memfilter dan memprioritaskan organisasi yang benar-benar kamu minati dan memberikan manfaat juga sangat penting agar fokus dan pengeluaran tidak tersebar kemana-mana. Jangan sampai terlalu banyak organisasi yang diikuti sehingga uang cepat habis terutama saat ada acara seperti pelantikan, diklat, atau demisioner. Selain itu, manfaatkan dana kas organisasi dengan bijak untuk kebutuhan bersama sehingga uang pribadi kamu tidak cepat terkuras.
Selain mengatur budget, membiasakan diri hidup hemat juga berpengaruh besar. Kebiasaan seperti makan nasi kucing atau jajanan murah mungkin dianggap sudah hemat, tetapi jika tanpa sadar uang dipakai terus menerus untuk organisasi yang tidak terkontrol, tetap saja menyebabkan keborosan. Oleh karena itu, menjadi bijak dalam penggunaan uang sangatlah penting agar kamu bisa tetap aktif di organisasi tanpa mengorbankan kebutuhan pribadi.
Dengan menerapkan tips tersebut, kamu tidak hanya bisa mengatur keuangan lebih baik, tetapi juga menghindari stres akibat kehabisan uang. Budgeting yang baik adalah kunci untuk menunjang aktivitas organisasi sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus merasa terbebani. Jadi, mulai saat ini yuk tetapkan prioritas, batas loyalitas, dan pilih organisasi yang memberikan manfaat supaya kamu tetap bisa #HidupHemat dan jauh dari lingkaran boncos!