MANDAU,DURIPOS.COM – Suasana sore di depan SDN 25 Mandau, Jalan Tribrata, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, tampak berbeda dari biasanya. Para guru bersama pihak sekolah berdiri di tepi jalan sambil menyapa pengendara dan warga yang melintas, sembari menyerahkan bingkisan takjil untuk berbuka puasa.
Kegiatan berbagi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian keluarga besar SDN 25 Mandau dalam memaknai bulan suci Ramadan dengan menebar kebaikan kepada masyarakat sekitar.
Sebanyak lebih kurang 600 paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas di depan sekolah. Menariknya, seluruh bingkisan tersebut habis dibagikan hanya dalam waktu sekitar setengah jam.
Kepala SDN 25 Mandau, Zabinar, SPd, MM, mengatakan kegiatan berbagi takjil ini ditujukan khusus untuk masyarakat yang berada di sekitar lingkungan sekolah.
“Kita membagikan takjil ini khusus untuk masyarakat sekitar lingkungan sekolah. Pembagian takjil kita lakukan dengan menyerahkan langsung kepada masyarakat yang melintas di depan sekolah kami,” ujar Zabinar.
Ia menjelaskan, seluruh takjil yang dibagikan merupakan hasil partisipasi para guru SDN 25 Mandau yang secara sukarela menyisihkan rezekinya untuk kegiatan sosial tersebut.
“Alhamdulillah, takjil yang dibagikan ini berasal dari partisipasi para guru SDN 25 Mandau, jumlahnya lebih kurang 600 bingkisan dan dalam waktu sekitar setengah jam sudah selesai dibagikan,” tambahnya.
Kegiatan berbagi tersebut juga didampingi oleh Ketua Komite SDN 25 Mandau, Tarmizi, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial yang dilakukan pihak sekolah.
Tidak hanya berbagi takjil, pada pagi hari sebelumnya SDN 25 Mandau juga menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim yang bersekolah di sekolah tersebut. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian program berbagi yang dilakukan pihak sekolah selama bulan Ramadan.
Melalui kegiatan ini, SDN 25 Mandau berharap dapat menumbuhkan nilai kepedulian sosial serta semangat berbagi di lingkungan sekolah, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat sekitar di bulan penuh berkah.**
Berbagi takjil selama Ramadan memang menjadi tradisi yang sangat bermakna, terutama bagi komunitas sekolah seperti SDN 25 Mandau. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang mungkin sedang dalam perjalanan berbuka puasa, kegiatan ini juga menjadi sarana mengajarkan nilai kepedulian sosial kepada siswa dan guru. Pengalaman saya mengikuti kegiatan serupa di lingkungan sekolah terdahulu menunjukkan bahwa keterlibatan seluruh elemen sekolah — mulai guru, staf, hingga komite sekolah — membuat setiap momen berbuka jadi lebih hangat dan bermakna. Tidak hanya sekadar membagikan makanan, tapi juga menyapa dan berinteraksi dengan warga sekitar menambah rasa kebersamaan dan rasa empati. Selain itu, melibatkan anak-anak yatim dalam santunan pada pagi hari memiliki dampak luar biasa terhadap pembentukan karakter siswa. Mereka belajar tentang rasa syukur dan kepedulian sejak dini. Hal ini sejalan dengan semangat Ramadan sebagai bulan penuh ampunan dan kebaikan. Kegiatan pembagian takjil seperti yang dilakukan SDN 25 Mandau, yang mampu membagikan 600 paket dalam waktu sekitar setengah jam, sangat menginspirasi. Ini menunjukkan partisipasi aktif dan semangat gotong royong yang tinggi dari guru dan seluruh keluarga besar sekolah. Praktik seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana institusi pendidikan tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga membentuk generasi yang peduli sosial dan berakhlak mulia. Bagi sekolah-sekolah lain yang ingin mengadakan kegiatan serupa, kunci keberhasilan terletak pada planning yang matang, keterlibatan semua pihak, dan komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar. Dengan begitu, manfaat sosial yang besar dapat dicapai, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan komunitas setempat, apalagi di bulan Ramadan yang penuh berkah.

































































