... Baca selengkapnyaAku dulu sering banget kecele waktu beli telur: kelihatannya mulus, tapi pas dipecah kok kuningnya aneh atau malah busuk. Setelah beberapa kali coba-coba, akhirnya nemu beberapa cara praktis yang bisa kalian tiru juga.
Pertama, perhatiin bentuk telur. Telur lonjong biasanya punya lebih banyak putih telur dan tinggi protein, jadi enak buat yang sering bikin masakan berkuah atau tumisan pakai banyak putih telur. Kalau telur bulat, umumnya kuning telurnya lebih banyak dan pas banget buat baking, bikin kue, roti, atau custard yang butuh rasa lebih gurih dan lembut.
Untuk cek telur segar, idealnya kuning telur bulat mengembang dan putih telur kental, nggak meleber ke mana-mana. Kalau pas dipecah, kuning telurnya sudah pipih dan putih telurnya sangat encer, biasanya itu tanda telur sudah lama. Kadang ada telur yang hampir nggak kelihatan kuningnya, atau kuning telur hancur bercampur dengan putih – ini bisa jadi pertanda kualitasnya jelek, bahkan mendekati busuk.
Sebelum dipecah, kamu bisa tes simpel pakai air. Masukkan telur ke dalam gelas atau mangkuk berisi air:
- Kalau tenggelam dan posisinya tidur di dasar, itu biasanya telur masih segar.
- Kalau mulai berdiri miring atau tegak, berarti sudah agak lama, masih bisa dimakan tapi sebaiknya segera dihabiskan.
- Kalau mengapung ke atas, itu tanda telur busuk dan sebaiknya langsung dibuang.
Cangkang telur juga bisa kasih banyak informasi. Telur dengan cangkang gelap biasanya kulitnya lebih tebal dan cenderung lebih tahan lama kalau disimpan dengan benar. Sementara cangkang yang terang sering kali lebih tipis, jadi sebaiknya cepat dikonsumsi. Ada juga telur cokelat berbintik-bintik, biasanya berasal dari ayam yang sudah tua. Nutrisinya bisa sedikit berkurang, tapi selama masih segar dan tidak berbau aneh, tetap aman dimakan.
Soal ciri-ciri telur busuk, selain tes air, kamu bisa goyangkan pelan telur di dekat telinga. Kalau terasa ada yang "kocak" di dalamnya, biasanya isinya sudah rusak. Begitu juga kalau cangkangnya agak lengket, berbau, atau ada noda mencurigakan. Waktu dipecah, kalau bau menyengat dan warna kuning atau putihnya berubah ke abu-abu, kehijauan, atau sangat keruh, jangan dipakai.
Banyak yang khawatir soal telur palsu. Di rumah, yang bisa kita lakukan adalah cek tekstur dan baunya. Telur asli kalau direbus, putih telurnya kenyal tapi masih empuk, bukan keras aneh seperti plastik. Kuningnya juga punya bau khas telur, tidak terlalu menyengat kimia. Kalau ada yang terasa janggal, mending nggak usah dimakan.
Untuk penyimpanan, telur ayam biasanya bisa tahan sekitar 2–3 minggu di suhu ruang yang sejuk dan kering, atau lebih lama kalau masuk kulkas. Simpan dengan posisi ujung runcing di bawah, jangan sering-sering dicuci kalau belum mau dipakai, karena lapisan pelindung alaminya bisa hilang. Aku biasanya tulis tanggal beli di kardus atau rak telur supaya tahu mana yang harus dipakai duluan.
Kalau kamu sering beli telur dalam jumlah banyak, misalnya buat stok bikin telur asin atau jualan, penting banget rutin cek satu per satu. Jangan dicampur antara telur baru dan lama tanpa tanda, biar nggak kecampur telur busuk di tengah-tengah. Dengan trik sederhana ini, aku jarang banget ketipu telur jelek lagi, dan masakan juga jadi lebih enak dan aman dimakan keluarga.