... Baca selengkapnyaSebagai orang yang doyan banget jajan, pertama kali lihat sepiring penuh pempek khas Palembang langsung jatuh cinta. Di satu piring bisa ada berbagai jenis: pempek lonjor, pempek gepeng, sampai kapal selam, semuanya disiram cuko hitam kental dan dikasih topping acar kuning yang segar. Buat yang baru kenal, istilah-istilah ini memang kadang bikin bingung, jadi aku coba jelasin pakai bahasa santai versi aku.
Jadi, **lonjor adalah** salah satu bentuk pempek yang paling sering ditemuin. Disebut lonjor karena bentuknya panjang memanjang kayak silinder. Teksturnya kenyal, biasanya tanpa isian di dalam, jadi fokus di rasa ikan dan adonannya. Pas digoreng sampai kecokelatan, bagian luar agak garing tapi dalamnya tetap lembut. Ini enak banget kalau dipotong-potong kecil lalu dicelupin ke cuko.
Selain pempek lonjor, ada juga yang disebut **pempek gepeng**. Sesuai namanya, bentuknya pipih atau gepeng, mirip kue tebal tapi lebar. Menurutku, pempek gepeng ini punya permukaan yang lebih lebar jadi bagian luarnya bisa lebih krispi kalau digoreng kering. Rasanya masih sama, dominan ikan dan sedikit gurih, tapi sensasi gigitannya beda sama lonjor. Biasanya aku suka mix di satu piring: beberapa potong lonjor, beberapa potong gepeng.
Lalu ada jenis lain yang cukup sering bikin orang penasaran, misalnya **cireng lonjor**. Walaupun namanya mirip, cireng lonjor ini beda sama pempek lonjor. Cireng itu umumnya pakai bahan dasar tepung tapioka tanpa ikan, dan asalnya dari Jawa Barat. Bentuknya bisa juga panjang seperti lonjor, makanya disebut cireng lonjor. Jadi kalau kamu lagi cari "apa itu lonjor" di internet, hati-hati, karena ada lonjor versi pempek dan ada lonjor versi cireng. Keduanya sama-sama digoreng dan cocok buat camilan, tapi rasa dan aromanya beda banget.
Buatku, cara menikmati pempek paling nikmat itu dimulai dari milih jenisnya dulu: mau lonjor, gepeng, kapal selam, atau campur semuanya. Setelah digoreng, tata di piring, siram pakai **cuko hitam** khas Palembang yang rasanya perpaduan asam, pedas, dan manis. Jangan lupa **acar kuning** berisi timun dan wortel yang bikin segar dan menyeimbangkan rasa cuko yang kuat. Kalau lagi kumpul keluarga atau nongkrong sama teman, sepiring pempek campur kayak gini selalu ludes duluan.
Menurut pengalamanku, buat yang baru pertama kali nyobain pempek, paling aman mulai dari pempek lonjor karena rasanya paling basic dan mudah diterima lidah semua orang. Setelah itu baru eksplor ke pempek gepeng dan jenis lain. Dan kalau kamu sering bingung bedain istilah "lonjor adalah apa", sekarang udah kebayang kan? Intinya, lonjor itu bentuk memanjang, bisa di pempek maupun cireng, tapi konteks dan bahan dasarnya yang bikin mereka berbeda.
Kalau kamu punya cara favorit menikmati pempek khas Palembang, entah itu ditambah mie kuning, bihun, atau malah dimakan tanpa cuko, boleh banget share versi kamu. Siapa tahu next time aku cobain cara kamu juga.