PEJABAT BERSIH ANTI KORUPSI
Semua jabatan resmi yang pernah dipegang Prof. Baharuddin Lopa sesuai riwayatnya:
1. Dunia Akademik
- Dosen & Guru Besar FH Unhas - Spesialis Hukum Pidana
- Lulusan S2 Hukum Pidana
2. Pemerintahan Daerah
- Bupati Majene 1968-1970 - Umur 33 tahun, bupati termuda saat itu
3. Kejaksaan & Kehakiman
- Kepala Kejaksaan Tinggi di beberapa daerah
- Jaksa Agung RI ke-18 - Juni-Juli 2001. Terkenal "Operasi Bersih" & anti suap
4. Eksekutif Pusat
- Staf Ahli Menteri Kehakiman
- Duta Besar/Luar Biasa & Berkuasa Penuh RI - Ditempatkan di Uni Emirat Arab
5. HAM & Pengawasan
- Anggota Komnas HAM RI
Ciri khas di semua jabatan: Sederhana, tolak suap, pintu kantor terbuka untuk rakyat.
Dari Bupati umur 33 tahun → Jaksa Agung → Dubes → Komnas HAM. Lintasan kariernya lengkap: daerah, pusat, luar negeri, akademik, HAM.
Kisah beliau waktu jadi Bupati Majene 1968-1970. Umur baru 33 tahun udah jadi bupati:
1. Bupati termuda & paling beda
Dilantik umur 33 tahun. Datang ke Majene naik kapal laut, nggak pakai acara mewah. Kantor bupati dia jadikan "rumah rakyat". Pintunya selalu terbuka, siapa aja boleh ngadu langsung.
2. Gaya kepemimpinan blusukan
Suka jalan kaki keliling desa. Nggak nunggu laporan. Kalau lihat jalan rusak, langsung berhenti terus suruh dinas PU kerja di tempat. Rakyat manggil beliau "Bupati Jalan Kaki".
3. Anti KKN dari dulu
Gajinya dipotong buat bantu rakyat miskin & bangun sekolah. Pernah nolak proyek yang dananya "digembosi". Katanya: "Kalau mau kaya, jangan jadi bupati. Jadi pedagang aja".
4. Hasilnya nyata
Walau cuma 2 tahun, Majene jadi lebih tertib. Pendidikan & kesehatan dia kebut. Setelah pensiun pun masih sering balik ke Majene naik angkot, ngobrol sama petani.
Intinya: Jadi bupati muda tapi mentalnya udah kayak "pelayan rakyat". Nggak silau jabatan.
Kisah lengkapnya saat Prof. Baharuddin Lopa jadi Jaksa Agung RI:
1. Masa jabatan singkat tapi legendaris
Beliau jadi Jaksa Agung ke-18, dilantik 5 Juni 2001 – 10 Juni 2001. Cuma 5 hari. Tapi 5 hari itu cukup bikin sejarah karena gebrakan "blak-blakan" nya.
2. Gebrakan "Operasi Bersih"
Hari pertama kerja, dia langsung sidak. Datang ke kantor Kejagung pakai mobil Toyota Corona tua seharga 30 juta. Dia kaget lihat banyak jaksa pakai mobil mewah. Langsung bilang: "Jaksa kok mobilnya lebih mewah dari saya Jaksa Agungnya?"
Terus dia perintah:
- Bongkar mafia peradilan & makelar kasus di Kejaksaan
- Copot jaksa nakal tanpa pandang bulu
- Wajibkan semua jaksa lapor harta kekayaan
3. Perang melawan suap
Kutipan paling terkenal lahir di masa ini: _"Jangan berikan uang kepada para jaksa. Jangan coba-coba menyuap para penegak hukum, apapun alasannya!"_ Dia tempel di mana-mana. Intinya: kalau jaksa minta uang, tolak. Kalau tetap maksa, lapor ke dia langsung.
4. Kenapa cuma 5 hari?
Beliau wafat 3 Juli 2011 karena sakit di Arab Saudi, pas mau umroh. Tapi versi "5 hari" itu keliru umum. Yang benar: Dilantik 5 Juni 2001, wafat 3 Juli 2011. Jadi masa jabatan Jaksa Agungnya sekitar 1 bulan, Juni-Juli 2001. Singkat karena beliau sudah sakit keras saat menjabat.
5. Warisan
Walau singkat, gayanya jadi standar "jaksa bersih". Banyak jaksa muda angkatan setelahnya termotivasi karena beliau. Sederhana, berani, dan nggak bisa disuap.
Singkatnya: Jadi Jaksa Agung sebentar, tapi guncangannya kerasa sampai sekarang. Beliau bukti kalau integritas nggak butuh waktu lama buat dikenang.





































































Yang bersih gak pernah di bahas...dekat rmh Pondok bambu, dulu ke LP cipinang gw mundur pas Bapak Jadi KALAPAS padahal mo pakai joki..