Cuplikan bab
"S a y a n g, aku sangat merindukanmu. Sudah lama sekali kita tidak bertemu seperti ini," ucap wanita itu dengan nada manja yang dibuat-buat. Dia adalah Karina, wanita dari masa lalu yang pernah menjadi kekasih Angga.
"Aldo, kamu tahu sendiri apa yang harus kamu lakukan sekarang terhadap tamu tak diundang ini," ucap Angga dengan suara rendah yang sarat akan penekanan, sementara Aldo hanya mengangguk tanda mengerti.
"Jika Anda tidak memiliki urusan pekerjaan yang penting dan tidak memiliki janji temu sebelumnya, silakan Anda segera angkat kaki dari ruangan CEO ini," ucap Aldo dengan tatapan m a t a yang luar biasa dingin serta men u s u k ke arah Karina.
"Apa-apaan kamu ini, Aldo! Kamu tahu sendiri siapa aku, bukan? Aku ini adalah kekasih Angga, bos kamu sendiri!" ucap Karina dengan nada tidak terima karena merasa diusir secara tidak hormat oleh seorang bawahan.
"Hahahaha, kekasih katamu? Yang Anda maksud mungkin adalah mantan kekasih yang tak tahu malu dan tidak tahu cara berterima kasih, itu baru sebutan yang sangat tepat. Aku tidak pernah lupa, dan tidak akan pernah sudi melupakan apa yang sudah kamu lakukan kepada Angga tepat setelah kec e l a k aan m a u t itu menimpanya!" ucap Aldo dengan nada bicara yang berubah drastis menjadi sangat menyeramkan.
Pria yang biasanya dikenal humoris itu kini menampakkan sisi gelapnya yang mampu membuat siapa pun bergidik ngeri. Karina sempat tersentak kaget dan refleks melangkah mundur karena terintimidasi oleh aura kemarahan Aldo.
"I i i... itu hanya kesalahpahaman saja, Al. Aku tidak benar-benar berniat meninggalkan Angga saat itu, aku hanya ingin memberikannya motivasi agar dia bisa bangkit kembali dari keterpurukan. Lihatlah hasilnya sekarang, wajahnya sudah tidak sehancur dulu dan dia juga sudah bisa berjalan normal kembali, kan?" ucap Karina dengan wajah tanpa dosa, seolah pengkh i a n a tannya di masa lalu adalah sebuah tindakan mulia.
"Hahahaha, dasar wanita g i l a! Keluar sekarang juga dengan kakimu sendiri, atau aku akan memaksamu keluar dengan cara yang sangat kasar!" ucap Aldo seraya melangkah maju, menatap langsung ke dalam manik mata Karina dengan penuh kebencian.
"Aku tidak terima diperlakukan seperti ini olehmu, Aldo! Kamu itu hanya seorang sekretaris, hanya bawahan r e n d a h a n yang tidak punya hak sedikit pun untuk mengusirku. Aku ini adalah calon istri Angga!" ucap Karina dengan suara yang melengking tinggi, hingga para karyawan yang berada di koridor luar bisa mendengar keributan itu dengan sangat jelas.
"Hahahaha!" Tiba-tiba terdengar suara tawa Angga yang sangat dingin dan gersang dari arah kursi kebesarannya.
"Calon istri? Aku rasa kamu terlalu banyak berhalusinasi, Karina. Aku sudah menikah dengan wanita yang jauh lebih tepat dan beradab. Aldo, seret wanita itu keluar dan segera buat pengumuman resmi. Siapa pun yang berani mengizinkan wanita menjijikkan ini masuk ke dalam perusahaanku, maka bersiaplah untuk kehilangan pekerjaan detik itu juga!" Aldo mengangguk mantap, lalu tanpa berlama-lama lagi ia mencengkeram tangan Karina dan menyeretnya dengan paksa.
"Lepaskan! Jauhkan tangan kotor mu itu dari kulitku yang mahal ini!" teriak Karina meronta-ronta, namun Aldo tetap bergeming dan terus menyeret wanita itu menuju arah lift dengan cengkeraman yang tak tergoyahkan.
"Angga! Angga! Aku yakin kamu sebenarnya masih mencintaiku, kan? Aku tahu kamu hanya sedang marah dan berbohong tentang status pernikahanmu itu!" teriak Karina histeris sesaat sebelum pintu lift terbuka, sementara pergelangan tangannya masih dikunci rapat oleh Aldo.
"Berisik!" bentak Aldo yang kini tak lagi bisa menyembunyikan rasa muaknya. Aldo tahu betul betapa hancurnya perasaan Angga saat Karina memilih pergi dan berkhianat di saat Angga sedang berada di titik terendah dalam hidupnya.
Baca selengkapnya hanya di KBM app novel
Judul: Takdir Sang Pengganti
Penulis : Mz016











































