Aku me ma tung setelah wanita itu menoleh ke arahku. Tatapan ma ta kami be ra du di tengah rintik gerimis yang membasahi pe ma ka man.
"Amara?"
M ataku beralih pada rangkaian bunga lili putih yang baru saja ia letakkan di atas gun du kan tanah merah itu. Lili yang sama yang kutulis dalam laporan pe nye li di kan ku. Atau mungkin Lili adalah ... Amara?
"Mas? Kamu... kenapa di sini?"
Aku melangkah mendekat.
"Jelasin sama aku, Ra!"
"Mas... aku..."
"Kamu tahu siapa pria yang ada di bawah tanah ini, Ra? Dia pa si en VIP-ku. Dia Iptu Dani Nugroho. Dan selama berminggu-minggu ini, aku ma ti-ma ti an mencari wanita yang dia sebut dalam diary-nya. Wanita yang dia cintai sampai ma ti."
Amara mendongak.
"Mas?"
Aku teringat saat Dani pertama kali datang sebagai rujukan rahasia dari Pol da. Po li si Cyber yang memegang kunci skan dal besar, tetapi se ka rat karena li ver sta di um akhir.
“Dokter... tolong saya. Bukan hanya untuk negara, tapi juga buat dia, saya ingin bertemu untuk terakhir kalinya, atau sampaikan kepadanya kalau saya masih mencintainya.”
“Tenang saja, amanah ini jadi tanggung jawab saya.”
“Di tas saya ada diary dan flashdisk. Tolong cari dia, aku menulisnya di buku itu. Kalau Dokter sudah menemukannya, dia juga pasti tahu password flashdisk ini. Berikan padanya, Dok."
“Kalau boleh tahu, nama dan alamat wanita itu ... Mas Dani?”
Namun Dani langsung dr op. Ko ma. Dia pergi tanpa sempat menyebutkan nama lengkap wanita itu.
"Selama ini aku mencari wanita bernama Lili itu, Ra."
"Aku baca setiap kata dalam diary itu di sela-sela jam jaga ma lam ku. Aku merasa ter be ba ni oleh amanah Dani. Aku harus menemukan Lili agar flashdisk itu bisa dibuka, biar ke ja ha tan oknum itu bisa terbongkar."
Amara masih membeku.
"Aku mengirim email ke a kun yang tertulis di sana. Akun kon yol... wanitanyapangerankodok. Aku bahkan mengirim bunga lili ke alamat kos yang kutemukan di berkas lamanya. Aku melakukan semua itu, me ngin ta i, me re tas, mengirim pesan mis te rius... hanya untuk memancing 'Lili' keluar dari persembunyiannya."
Aku maju satu langkah, men ceng ke ram bahu Amara.
"Aku tidak pernah tahu kalau istriku adalah 'Lili' yang dirindukan Iptu Dani sampai napas terakhirnya!"
"Mas, dengerin aku dulu!"
"Dengerin apa lagi, Ra?" po to ng ku ka sar. "Buku itu ada di tas kerjaku selama ini! Atau kamu sudah melihatnya? Jangan-jangan sikap anehmu belakangan ini hanya menuduhku se ling kuh setelah melihat buku itu? Kamu men cu ri gai ku punya wanita lain di bang sal VIP, sementara pa si en yang kamu cu ri gai itu... setiap hari justru menyebut nama Lili dalam igauan kr i tis nya!"
Aku melepaskan ceng ke ra man ku. Bayangan Dani yang memohon padaku agar menjaga wanitanya kini terasa seperti tam pa ran paling ke ras.
"Aku tidak tahu, wanita di depanku Istriku yang tulus, atau 'Lili' yang masih menyimpan san di panggilan sayang untuk pria lain di ke pa la nya?"
"Pernikahan kita ini atas dasar apa, Ra? Apa yang harus dipertahankan kalau masih ber ta rung sama masa lalu kamu?"
"Mas?"
💔
📖 Diary Rahasia Di Dalam Tas Kerja Suamiku — Mbak Engz, Buka di KBM App sekarang.


















































