Aku pernah jadi korban doomscrolling. Setelah ngelakuin itu aku ngerasa muak, kesel, sedih karena jadi gak produktif, tapi besok lanjut lagi ngelakuin hal yang sama.
Makanya aku mulai coba lawan doomscrolling dengan beberapa cara:
1. Baca buku
2. Banyakin nonton dokumenter. Kalau lagi nonton fokusin pikiran ke film, jangan sambil main hp.
3. Kurangi nonton reels, tiktok, atau apapun video pendek.
4. Perbanyak baca artikel
5. Nonton video essay di youtube
Mungkin di konten selanjutnya aku bakal rekomendasiin media apa aja yang aku baca dan tonton selama seminggu untuk melawan doomscrolling ini. #fypanalysis#doomscrolling#MaluGak#CeweBanget
2025/9/12 Diedit ke
... Baca selengkapnyaKalau kamu sering bilang, “scroll dikit lagi deh”, tiba-tiba udah sejam lebih, kemungkinan besar kamu juga kena doomscrolling. Awalnya aku kira cuma sekadar kebiasaan santai sebelum tidur, tapi ternyata dampaknya ke hidup lumayan kerasa.
Bahaya doomscrolling itu pelan tapi nyusup. Pertama, mental jadi gampang drop. Karena otak kita lebih peka sama berita dan konten negatif, feed jadi penuh hal-hal yang bikin cemas: masalah politik, gosip, bencana, drama orang lain. Lama-lama, walaupun lagi nggak pegang hp, kepalaku tetap kebayang hal-hal itu. Rasanya kayak “kok dunia segelap ini sih?”, padahal sebenarnya nggak semua segelap itu—cuma yang sering kita konsumsi aja.
Kedua, tidur kacau. Aku sering niat cuma scroll sebentar sebelum tidur, tapi karena algoritma medsos terus ngasih rekomendasi, jadi keterusan. Akhirnya tidur makin malam, bangun nggak segar, dan seharian bawaannya capek. Padahal di gambar tadi udah jelas: doomscrolling bisa ganggu tidur dan bikin otak kecapekan. Semakin sering begadang buat scroll, makin susah fokus dan produktif di siang hari.
Secara fisik juga kerasa. Leher pegal, mata kering, tangan kaku gara-gara posisi yang sama terus. Tapi yang lebih bahaya adalah rasa capek yang nggak kelihatan: mental lelah, gampang overthinking, ngerasa hidup orang lain lebih seru dari kita. Itu bikin kualitas hidup pelan-pelan turun tanpa kita sadar.
Beberapa hal yang sekarang aku lakuin biar bahaya doomscrolling nggak makin parah:
- Pas lagi scroll dan nemu konten negatif beruntun, aku paksa diri buat tutup aplikasi dan pindah ke aktivitas lain (baca buku, nonton dokumenter, atau video essay yang lebih panjang dan mindful).
- Bikin “jam offline”, misalnya satu jam sebelum tidur hp dijauhkan dari kasur. Awal-awal susah, tapi lama-lama kebiasaan.
- Bersihin timeline: hide, mute, atau unfollow akun-akun yang bikin cemas dan kebanyakan drama.
- Ngasih batas waktu harian untuk aplikasi yang paling sering kupakai buat scroll.
Intinya, doomscrolling itu bukan cuma soal kebanyakan main hp, tapi tentang bagaimana pola konsumsi konten bisa nurunin mental, fisik, dan kualitas hidup kita. Scroll itu nggak salah, tapi kalau udah bikin kamu capek sendiri, mungkin saatnya pelan-pelan rem dan lebih pilih-pilih apa yang mau kamu lihat setiap hari.