... Baca selengkapnyaPertama kali lihat jamur tangkos sawit (banyak yang bilang jamur jangkos, jamur kentos, atau jamur janjang sawit), aku juga ragu: ini beneran jamur sawit yang bisa dimakan atau bukan? Soalnya di kebun sawit itu ada beberapa jenis jamur, dan tidak semuanya aman.
Biasanya jamur tangkos sawit tumbuh di tangkos/tangkos sawit yang sudah dibuang atau di tanah yang banyak serat kering dari janjang sawit. Ciri fisik yang sering aku temui: tudung berwarna coklat gelap sampai kecoklatan, bagian bawahnya putih krem, dengan batang putih. Kadang di sekitar jamur besar ada beberapa tunas jamur kecil yang baru tumbuh. Ada juga yang orang sebut jamur gajih atau jamur kuntul, tergantung daerahnya.
Supaya lebih aman, aku biasanya cek beberapa hal sebelum memutuskan jamur jangkos yang bisa dimakan:
1. Warnanya konsisten: tudung coklat atau coklat gelap, tidak ada bercak mencolok warna ungu terang atau hijau kebiruan.
2. Batang jamur sawit putih bersih, tidak terlalu lembek atau berair berlebihan.
3. Bau jamur segar, tidak menyengat seperti bau kimia atau busuk.
4. Tumbuhnya di tangkos sawit atau sisa janjang sawit yang masih relatif bersih, bukan di tempat sampah atau limbah lain.
Buat teman-teman yang cari gambar jamur sawit atau gambar jamur sawit yang bisa dimakan, biasanya tampilan jamur tangkos sawit itu tudungnya agak cembung di awal, lalu makin lama bisa sedikit melebar. Di foto yang aku ambil, kelihatan jamur tangkos sawit coklat gelap dengan pangkal putih yang tumbuh di tanah penuh serat kering. Setelah dipanen, aku taruh di kantong plastik bening, dan dari situ kelihatan jelas perbedaan warna tudung dan batangnya.
Kalau ditanya, tangkos adalah bagian janjang sawit yang tersisa setelah buah-buahnya dipanen. Nah, di bagian inilah jamur tangkos sawit sering muncul, terutama setelah hujan dan saat kelembapan tinggi. Makanya banyak petani atau orang yang tinggal dekat kebun sawit yang suka berburu jamur sawit putih atau coklat ini buat dimasak.
Dari segi rasa, jamur jangkos sawit yang pernah aku masak teksturnya agak kenyal dan gurih. Paling enak ditumis sederhana dengan bawang merah, bawang putih, cabai, dan sedikit garam. Ada juga yang suka membuat sayur bening jamur sawit atau dicampur ke dalam gulai. Tapi sebelum dimasak, aku selalu cuci berkali-kali sampai bersih dan rebus sebentar dulu.
Kalau kamu baru pertama kali mencoba, saran pribadi aku: jangan ambil sembarang jamur sawit. Usahakan belajar langsung dari orang yang sudah berpengalaman mengenali jenis jamur sawit yang bisa dimakan. Foto-foto jamur sawit putih atau coklat di internet memang membantu, tapi tetap beda rasanya kalau sudah lihat langsung di kebun.
Intinya, jamur tangkos sawit itu unik dan bisa jadi lauk enak, tapi tetap harus hati-hati. Kenali bentuk, warna, dan tempat tumbuhnya, lalu olah dengan benar. Kalau ragu, lebih baik jangan dimakan daripada memaksakan diri hanya karena penasaran.