Kalau #BahasMental gak cuma tentang mental orang dewasa aja, mental anak juga harus dijaga.
Ditengah maraknya perundungan, jangan sampai anak kita jadi salah satu pelaku atau korban.
Dimulai dari rumah, baiknya ibu jadi tempat yang aman dan nyaman untuk anak bercerita apa aja mengenai kesehariannya.
Kasus tetanggaku ini sungguh bikin aku agak nyeess🥹
Anak sudah coba ngomong ke ibunya tapi respon ibunya justru mendukung teman-temannya.
Hasilnya anak jadi takut sekolah.
Dilingkungan pun dia jadi pendiam dan selalu tertunduk, takut diledekin, takut disuruh-suruh, berapa kali pernah aku bubarkan karena dia sampai nangis. (kebetulan anak-anak main dilapangan samping rumahku).
Udah saatnya kita aware dengan perasaan anak, kepo kalau sikapnya mulai berubah. Kadang ada anak yg bisa langsung ngomong apa yg dia rasa, ada juga anak yg harus ditanya dulu baru cerita. Sama seperti orang dewasa kok mereka, mentalnya juga butuh dijaga.
... Baca selengkapnyaAku pribadi baru benar-benar ngeh soal bullying anak setelah lihat sendiri kasus di sekitar rumah. Dari situ aku belajar, bullying itu nggak selalu kelihatan jelas seperti dipukul atau didorong. Kadang bentuknya halus: diejek, nggak diajak main, atau sering disuruh-suruh sama teman. Ini termasuk bullying sosial, dan efeknya ke mental anak besar banget.
Kalau seorang siswa melihat temannya diejek dan dirundung di kelas, menurutku sikap yang menunjukkan kepedulian itu bukan ikut menertawakan, bukannya pura-pura nggak lihat, apalagi merekam dan upload ke internet. Sikap yang paling tepat adalah menolong korban: menenangkan dia, dan kalau perlu melaporkan kejadian ke guru. Kadang satu anak yang berani berdiri di sisi korban aja sudah bikin pelaku mikir dua kali.
Aku juga pernah lihat di sekolah, ada poster besar bertuliskan "STOP BULLYING" dengan gambar anak yang berdiri percaya diri, dikelilingi kata-kata positif seperti "berani", "tangguh", "menghargai". Menurutku tujuan utama poster begitu bukan cuma biar dinding sekolah kelihatan rame, tapi untuk mengingatkan semua siswa kalau perundungan itu harus dihentikan dan setiap anak berhak dapat lingkungan yang aman dan bikin masa depan mereka lebih baik.
Di rumah, kita bisa mulai dari hal sederhana: perhatikan kata-kata kita. Kadang orang dewasa nggak sadar suka melontarkan kata-kata pembullyan seperti "lemah", "cengeng", atau bahkan dalam bahasa Inggris seperti "you suck" yang artinya merendahkan dan menyakitkan hati. Kalau anak sering dengar kata-kata begitu di rumah, dia bisa berpikir itu normal, dan akhirnya bawa pola itu ke sekolah, entah jadi pelaku atau diam saat melihat temannya dibully.
Anak yang jadi korban juga biasanya ngasih sinyal, misalnya:
- Tiba-tiba malas sekolah, sering alasan "sakit kepala" atau "sakit perut".
- Pulang dengan barang rusak atau hilang.
- Jadi pendiam, murung, atau gampang kaget.
- Mengeluh nggak punya teman, atau bilang sering nggak diajak main.
Kalau kita mulai curiga, coba ajak ngobrol pelan-pelan. Jangan langsung nanya, "Kamu dibully ya?" Kadang aku mulai dari pertanyaan ringan seperti, "Hari ini main sama siapa?" atau "Ada nggak yang bikin kamu sedih di sekolah?" Tujuannya supaya anak merasa aman untuk cerita.
Selain itu, penting juga ajarin anak jadi teman yang baik ketika melihat bullying. Aku suka ngobrol begini ke keponakan: kalau kamu lihat teman diledekin sampai bilang, "Ahh sakit", jangan ikut ketawa. Kamu bisa mendekat, ajak dia duduk bareng, atau bilang ke guru. Teman yang menolong korban bullying itu justru menunjukkan sikap berani dan peduli.
Intinya, kenali tanda anak mulai jadi korban bully sedini mungkin. Mulai dari rumah: jadilah tempat cerita yang hangat, validasi perasaan mereka, dan ajarkan kalau mengejek, nggak mengajak bermain, atau merendahkan orang lain dengan kata-kata itu bukan hal yang lucu. Dengan langkah kecil tiap hari, kita bisa bantu ciptakan lingkungan yang lebih terang dan aman buat anak-anak.
duh ibunya koq jawabnya gitu ya ? anak- anak main ada batasan nya 🥺
padahal anaknya udh bener loh cerita ke ibunya , banyak anak korban bullying yang ngga berani cerita ke ortunya
duh ibunya koq jawabnya gitu ya ? anak- anak main ada batasan nya 🥺 padahal anaknya udh bener loh cerita ke ibunya , banyak anak korban bullying yang ngga berani cerita ke ortunya