... Baca selengkapnyaSebagai desainer, aku sering dapet brief dari pemilik warung lalapan yang maunya simpel tapi harus kelihatan enak dan bikin orang lapar. Di sini aku share beberapa hal yang biasanya aku lakukan saat bikin desain poster ayam lalapan atau banner warung lalapan.
Pertama, tentukan dulu konsep visual: mau kelihatan tradisional, modern, atau campuran. Kalau tema "Ayam Lalapan Sunda Asli", aku biasanya pakai elemen tradisional seperti keranjang rotan, motif kayu, atau warna cokelat dan hijau yang mengingatkan ke alam dan lalapan segar. Foto utama biasanya ayam goreng utuh atau potongan ayam goreng lalapan lengkap dengan tahu/tempe, lalapan timun, buncis, daun kemangi, sambal, dan nasi. Foto yang jelas dan tajam jauh lebih ngaruh ke selera orang daripada desain yang terlalu ramai.
Kedua, penataan komposisi. Di poster ayam goreng, aku suka menaruh foto ayam lalapan sebagai fokus di tengah atau sedikit ke samping, lalu teks penting di area yang kosong dari foto. Misalnya: nama menu "Ayam Lalapan Sunda Asli" di bagian atas dengan font yang tegas, lalu di bawahnya keterangan singkat kayak "ayam goreng renyah, lalapan segar, dua jenis sambal". Untuk banner warung lalapan, aku juga tambahkan harga paket nasi ayam lalapan dan pilihan level pedas agar orang langsung paham tanpa banyak baca.
Ketiga, pemilihan warna dan font. Warna merah dan oranye bagus untuk menggambarkan sambal dan rasa pedas, tapi jangan sampai menutupi warna asli makanan di foto. Gunakan kombinasi hijau untuk menonjolkan lalapan segar. Font sebaiknya mudah dibaca dari jauh, terutama kalau dipakai untuk banner warung di pinggir jalan. Hindari terlalu banyak jenis font; dua jenis saja sudah cukup: satu untuk judul, satu untuk informasi.
Keempat, kalau kamu mau sentuhan lokal, bisa tambahkan contoh iklan bahasa Sunda tentang makanan. Misalnya kalimat pendek seperti "Ayam Lalapan Sunda Asli, ngeunah pisann!" atau "Hayu makan di dieu, lalapanna seger". Teks lokal seperti ini bikin poster makanan khas Sunda terasa lebih dekat dengan pelanggan di daerah Sunda.
Kelima, jangan lupa detail kecil tapi penting: informasi alergen (misalnya mengandung kacang, telur, atau gluten), nomor kontak, alamat, dan jam buka. Di beberapa desain, aku tulis di bagian bawah dengan ukuran font lebih kecil tapi tetap terbaca. Ini biasanya membantu kalau poster juga diupload ke media sosial.
Terakhir, kalau kamu belum punya foto profesional, kamu bisa mulai dari foto sederhana tapi rapi: taruh ayam lalapan di piring atau keranjang rotan, cahaya natural dari jendela, dan background polos. Nanti di desain, kamu bisa tambah elemen ilustrasi sederhana seperti gambar lalapan ayam goreng atau gambar lalapan kartun untuk menambah karakter. Dari situ, kamu sudah punya materi cukup untuk bikin poster lalapan, contoh banner lalapan, sampai desain logo lalapan yang konsisten untuk brand warungmu.