Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang membeberkan sudah ada 75 persen dari total 12.151 kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RT dan RW yang mengajukan dana opersional.
Jumlah kelompok PKK di Kota Semarang adalah sebanyak 10.621 kelompok PKK RT dan 1.530 kelompok PKK RW.
Plt Kepala DP3A Kota Semarang Noegroho Edy Rijanto menyebutkan dana operasional PKK RT sebesar Rp3 juta per tahun, sedangkan untuk PKK RW sebesar Rp3,6 juta per tahun.
Diakui Edy, nominal dana operasional tersebut memang tidak sebesar bantuan operasional RT sebesar Rp25 juta per tahun.
Edy mengatakan memang sudah ada 75 persen kelompok PKK yang sudah terverifikasi datanya untuk pencairan dana. Pihaknya mengaku jika proses verifikasi ini menjadi tahapan penting sebelum dana pencairan.
“Dari total 12.151 kelompok PKK RT dan RW, baru sekitar 75 persen yang sudah mengunggah berkas dan lolos verifikasi,” sebut Edy, Senin 20 Oktober 2025.
... Baca selengkapnyaDana operasional yang dialokasikan untuk kelompok PKK RT dan RW di Kota Semarang berperan penting dalam mendukung aktivitas pemberdayaan masyarakat terutama perempuan dan keluarga. Dengan jumlah total 12.151 kelompok PKK, dimana 10.621 adalah PKK tingkat RT dan 1.530 PKK tingkat RW, pemerintah kota berupaya memastikan bahwa dana ini dapat disalurkan secara tepat sasaran dan melalui proses verifikasi yang ketat.
Proses verifikasi yang dilakukan oleh DP3A Kota Semarang merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa dana operasional sampai kepada kelompok yang benar-benar aktif dan membutuhkan. Verifikasi ini mencakup pengecekan kelengkapan berkas dan validasi data kelompok dengan tujuan menghindari penyalahgunaan dana. Meski dana ini lebih kecil dibandingkan besaran bantuan operasional untuk RT yang mencapai Rp25 juta per tahun, nominal ini tetap menjadi sumber pendanaan yang signifikan untuk kegiatan PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan perempuan.
Selain fungsi utama sebagai dukungan dana kegiatan rutin PKK, dana operasional ini juga menjadi modal awal bagi kelompok untuk melaksanakan program-program pemberdayaan keluarga seperti pelatihan keterampilan, posyandu balita, edukasi kesehatan, hingga pengembangan ekonomi mikro yang dikelola oleh anggota PKK. Dengan demikian, pencairan dana operasional ini menjadi harapan besar bagi masyarakat agar program PKK dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata.
Selain pengajuan dana, penting bagi kelompok PKK untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar kegiatan mereka berjalan sinergis. Keberhasilan penyaluran dana ini juga membuka peluang bagi kelompok lain untuk meningkatkan partisipasi aktifnya dalam program-program pemberdayaan yang dicanangkan.
Dengan perkembangan ini, warga dan anggota PKK diharapkan semakin termotivasi untuk mengoptimalkan peran serta mereka dalam menumbuhkan kualitas hidup keluarga serta mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat di Kota Semarang.