Berawal dari keresahan teman-teman yang lemarinya semakin penuh pakaian. Padahal kondisinya masih sangat bagus bahkan ada yang masih baru. Sayang sekali jika cuma menumpuk bertahun-tahun tanpa manfaat. Padahal semua harta/barang yang kita miliki akan dihisab (dimintai pertanggungjawaban), bukan?
Sementara di sisi lain, tidak sedikit orang-orang yang membutuhkan tambahan pakaian. Selain alasan ekonomi, membeli pakaian baru juga bukan solusi.
Tahukah kamu? Industri fast fashion menghasilkan limbah tekstil 2,3 juta ton/tahun dan diperkirakan akan terus meningkat sampai 70% di tahun 2030.
Tentunya sangat baik jika pakaian-pakaian bagus yang hanya menumpuk di lemari itu disalurkan ke orang-orang yang membutuhkannya.
Itulah yang kami lakukan di Komunitas Sewu Becik@sewubecik . Melalui program Klithikan Seribu Perak dan Lelang Berkah, kami membantu barang-barang preloved menemukan pemilik baru. Dana yang terkumpul akan disalurkan kembali untuk support kegiatan sosial.
Nge-thrift murah meriah sambil sedekah!
Kita bisa melestarikan lingkungan, mengukir kebahagiaan, dan menularkan kebaikan. Mau ikutan?
Dalam pengalaman saya mengikuti program Klithikan Seribu Perak yang diadakan oleh Komunitas Sewu Becik, saya merasakan betul manfaatnya baik dari sisi lingkungan maupun sosial. Kebiasaan decluttering pakaian lama yang masih layak pakai tidak hanya mengurangi tumpukan di lemari, tapi juga membantu banyak orang yang kekurangan mendapatkan pakaian berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau, hanya seribu perak saja. Acara ini juga bisa menjadi ajang berkumpul dan berbagi kebaikan yang menyenangkan. Semua pakaian yang dijual adalah preloved terawat, mulai dari pakaian pria, wanita, anak-anak, gamis, jilbab, hingga jaket, yang semuanya sudah dipilih dengan teliti agar kondisinya masih bagus dan layak pakai. Selain itu, 100% hasil penjualan digunakan untuk mendukung kegiatan sosial yang berdampak bagi masyarakat sekitar. Selain mendapatkan pakaian murah berkualitas, saya juga merasa turut berkontribusi dalam mengurangi limbah tekstil yang dihasilkan industri fast fashion. Dengan kebiasaan reuse dan recycle barang, kita secara tidak langsung ikut melestarikan lingkungan dan mengurangi pencemaran yang disebabkan oleh sampah pakaian. Menurut informasi dari event perdana yang diadakan pada 5 Oktober 2025 di Dibal, Ngemplak, Boyolali, lebih dari 1000 pcs pakaian berhasil terkumpul dan didistribusikan kepada ratusan orang yang membutuhkan. Ini bukti nyata bahwa setiap tindakan kecil kita bisa memberikan dampak besar bila dilakukan bersama. Saya sangat merekomendasikan untuk ikut komunitas ini atau memulai gerakan serupa di lingkungan sekitar. Selain mengurangi pemborosan, kita bisa menularkan nilai kebaikan dan kepedulian terhadap sesama dan alam. Ayo, mulai dari lemari kita dan sebarkan kebaikan melalui Klithikan Berkah!


























































