Huda (40 tahun) baru saja menginjakkan kaki di halaman rumahnya setelah bertahun-tahun merantau. Harapannya disambut senyum hangat istri sirnanya begitu melihat rumah sepi. Yang ada malah Bima (5 tahun), anak lelakinya, yang duduk termenung di teras.
"Bima, bunda mana..?" tanya Huda cemas.
Bapak dan Ibu yang keluar dari rumah langsung menyambut dengan wajah masam. Tanpa basa-basi, Ibu mendengus, "Istrimu itu enggak tahu diuntung, Huda! Kabur sama lelaki lain minggu lalu. Ninggalin anakmu yang masih kecil!"
Huda tertegun. Jantungnya berdegup kencang bukan karena marah, tapi karena deja vu yang mengerikan. Tujuh tahun lalu, istri pertamanya juga dituduh kabur dengan alasan yang persis sama.
Saat Bapak dan Ibu masuk ke dalam untuk ambil minum, Bima menarik ujung celana Huda. Bocah itu mendongak dengan mata polos penuh air mata.
"Bunda gak pergi, Yah..." bisik Bima ketakutan. "Bunda berdiri aja gak kuat... kepalanya dipukul Mbah Kung pakai alu lesung..."
Darah Huda mendadak mendidih. Tanpa menunggu orang tuanya kembali, Huda menyambar tangan Bima dan langsung ngibrit menuju polsek terdekat.
Setelah interogasi panjang dan pembongkaran sumur misterius di lereng Gunung Merbabu, semua terungkap. Ayah kandung Huda yang selama ini tampak alim ternyata psikopat keji. Kedua istri Huda dihabisi dan dibakar di sana hanya karena persoalan kecil dirumah mereka...
... Baca selengkapnyaPengalaman pribadi saya saat mendaki Gunung Merbabu pernah terasa begitu angker dan penuh misteri. Lereng gunung ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang indah, tapi juga menyimpan cerita-cerita lama yang penuh kengerian, mirip dengan kisah yang dialami oleh Huda. Saya pernah bertemu dengan penduduk sekitar yang menceritakan adanya sumur tua yang tidak pernah dibuka karena dipercaya angker dan menjadi saksi bisu berbagai kejadian mengerikan di masa lalu.
Dalam cerita ini, lokasi sumur misterius di lereng Gunung Merbabu menjadi pusat pengungkapan tragis yang berdampak besar bagi keluarga Huda. Seperti yang saya alami sendiri, saat berjalan di dekat sumur tersebut, suasana menjadi mencekam dan seolah ada sesuatu yang mengawasi. Kisah ini mengingatkan saya akan pentingnya memahami sejarah lokal serta menjaga hubungan baik antar anggota keluarga supaya tidak ada prasangka atau tuduhan tak berdasar yang bisa menghancurkan kepercayaan dan keharmonisan.
Selain itu, cerita ini juga mengangkat tema sulitnya memahami dinamika keluarga dalam situasi sulit dan bagaimana trauma masa lalu bisa mempengaruhi persepsi seseorang terhadap kebenaran. Saya sendiri pernah mengikuti diskusi komunitas pendaki yang membahas pengalaman-pengalaman horor di Gunung Merbabu, dan banyak yang sepakat bahwa keberadaan kisah seperti 'Kedua Istriku di Lereng Gunung Merbabu' menambah aura mistis yang membalut gunung ini.
Bagi yang ingin lebih mengenal sisi lain Gunung Merbabu, mendiskusikan dan membagikan cerita semacam ini dapat menjadi cara efektif untuk menjaga warisan budaya dan kepercayaan setempat. Kisah Huda membuka mata kita bahwa di balik keindahan alam, terkadang tersimpan rahasia kelam yang perlu diungkap dengan hati-hati dan penuh pengertian.
terlalu pendek ceritanya, masih menyisakan ketidak puasan.