... Baca selengkapnyaMenjelang Ramadhan, aku biasanya menyempatkan diri untuk ziarah kubur ke makam orang tua dan keluarga. Biar nggak bingung dan tetap sesuai adab, aku punya urutan pribadi yang aku pegang setiap kali datang ke makam. Ini versi pengalamanku, bukan fatwa ya, tapi semoga bisa bantu kamu yang lagi cari tata cara ziarah kubur dan bacaannya.
Pertama, sebelum masuk area makam, aku usahakan sudah berwudhu. Rasanya lebih tenang kalau ziarah dalam keadaan suci. Di depan gerbang atau batas area kuburan, aku pelan-pelan membaca doa masuk makam, misalnya dengan salam umum:
“Assalamu’alaikum ya ahlal kubur, mudah-mudahan keselamatan atas kalian, wahai penghuni kubur. Semoga Allah merahmati orang-orang yang lebih dahulu dari kami dan yang belakangan. Sungguh, kami insya Allah akan menyusul kalian.”
Kadang orang juga menyebutnya salam masuk makam atau salam ziarah kubur. Intinya, kita menyapa ahli kubur dengan penuh adab dan mendoakan mereka.
Setelah itu, aku berjalan pelan ke makam yang dituju, berusaha tidak menginjak kuburan lain. Sampai di depan makam orang tua, aku biasanya berdiri menghadap kubur, tapi niat tetap menghadap Allah. Lalu aku ucapkan salam lagi, misalnya:
“Assalamu’alaikum ya ahli hadzal qabri…” atau versi yang lebih lengkap “Assalamualaikum ya ahli kubur minal muslimin wal muslimat…”
Untuk bacaan, urutan doa ziarah kubur yang biasa aku lakukan:
1. Membaca Surah Al-Fatihah.
2. Membaca Ayat Kursi.
3. Membaca Surah pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas.
4. Kemudian tahlil dan doa, misalnya membaca: “Laa ilaha illallah” berulang-ulang sambil dihadiahkan pahalanya untuk ahli kubur.
Ini versi sederhanaku, karena banyak orang juga punya kebiasaan tambahan seperti membaca Yasin. Prinsipnya, ziarah kubur baca apa saja dari Al-Qur’an yang kamu mampu, lalu hadiahkan pahalanya.
Lalu, bagian yang paling penting menurutku adalah mendoakan ahli kubur. Biasanya aku berdoa agar Allah mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, menjadikannya taman dari taman-taman surga, dan dikumpulkan bersama orang-orang shalih. Kadang aku tambahkan doa spontan pakai bahasa Indonesia, curhat sama Allah tentang rinduku ke mereka.
Untuk adab ziarah kubur, aku berusaha:
- Berpakaian sopan dan tertutup.
- Tidak duduk atau bersandar di atas makam.
- Tidak mengeraskan suara berlebihan.
- Tidak memotret berlebihan, apalagi untuk gaya.
Kalau ziarah kubur orang tua atau ziarah makam wali, adabnya sama: tetap lembut, sopan, dan jangan sampai jatuh pada meminta langsung ke penghuni kubur. Fokusku adalah menjadikan ziarah sebagai pengingat kematian, pengingat bahwa suatu hari aku juga akan dibaringkan di tanah seperti mereka.
Menjelang Ramadhan, ziarah kubur buatku adalah momen pembersih hati. Saat berdiri di antara nisan dan tanah, aku merasa semua drama dunia itu kecil. Dari situ aku termotivasi untuk masuk bulan puasa dengan hati yang lebih tenang, memaafkan orang, dan lebih sungguh-sungguh ibadah. Kalau kamu juga lagi belajar tata cara ziarah kubur sesuai sunnah, boleh banget ambil yang baik dari pengalamanku ini dan sesuaikan dengan ilmu yang kamu pelajari dari ustadz atau guru agamamu.